https://awsimages.detik.net.id/visual/2019/03/19/3ee78e56-c38c-4872-a521-61fef451b767_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Bursa RI Diserbu Asing, IHSG Melesat Saat Bursa Asia Merah

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sesi I akhir pekan hari ini (29/5/20) ditutup naik ke level 4.722,12 atau apresiasi sebesar 0,13%. Aliran dana asing masuk cukup banyak di sesi I, melanjutkan net buy yang terjadi pada perdagangan kemarin. 

Kenaikan IHSG terjadi di tengah kinerja bursa utama di benua kuning mayoritas terkoreksi. Ini menjadi reli 4 hari berturut-turut, yang menyebabkan IHSG terapresiasi 3.84%.

Kenaikan hari ini imbas dari sentimen positif berupa kabar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kemarin (28/05/20) mengeluarkan stimulus lanjutan dengan merelaksasi ketentuan di sektor perbankan guna lebih memberikan ruang likuiditas dan permodalan perbankan sehingga stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah pelemahan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Di tengah kenaikan ini, investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih yang cukup masif sebanyak Rp 437 miliar di pasar reguler hari ini. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy sebanyak Rp 630 miliar.

 

Terapresiasinya IHSG terjadi walaupun sentimen negatif muncul dari bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang menjadi barometer atau acuan bursa saham global pada penutupan perdagangan Kamis kemarin (Jumat pagi waktu Indonesia) ditutup di zona merah.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) terpangkas 0,7% di menit-menit terakhir jelang penutupan perdagangan. Di saat yang sama S&P 500 turun 0,4% dan Nasdaq Composite turun 0,6%. 

Penurunan Wall Street dipicu oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang akan melemahkan hukum yang melindungi sosial media setelah sang taipan properti dituduh menyebarkan hoaks oleh Twitter.

Kebijakan Trump ini menyebabkan saham perusahaan sosial media bertumbangan. Twitter Inc yang berseteru dengan Trump sahamnya ditutup turun 4,45%, sedangkan Facebook Inc ditutup terdepresiasi 1,61%.

 

Selain itu Trump juga merencanakan akan mengadakan konferensi pers terkait China pada hari Jumat ini waktu setempat yang bisa menambah tensi perang dingin antara AS-China. Pengumuman Trump muncul setelah Kongres Rakyat Nasional China menyetujui Undang-Undang (UU) keamanan nasional untuk Hong Kong.

Pada 11:35 WIB Indeks kontrak berjangka (futures) Dow Jones di AS, DowFutures terpantau belum mengalami perbaikan dan masih terkoreksi sebesar 0,54%.

Sedangkan bursa Asia mayoritas terpantau turun, Hang Seng Index di Bursa Hong Kong turun sebesar 0,71%, Nikkei di Jepang terdepresiasi sebesar 0,82%, sedangkan STI Singapore terkoreksi sebesar 0,40%.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

(trp/hps)