https://statik.tempo.co/data/2020/05/12/id_937530/937530_720.jpg
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat ke arah mesin tes virus corona yang dipajang saat ia mengadakan konferensi pers tanggapan wabah penyakit virus corona di Rose Garden Gedung Putih di Washington, AS, 11 Mei 2020. [REUTERS / Kevin Lamarque]

Cuitannya Dilabeli Tak Akurat, Donald Trump Ancam Blokir Twitter

by

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Donald Trump marah besar dengan aksi Twitter memberi label cuitannya tak akurat. Menurutnya, tanpa bukti apapun, apa yang dilakukan Twitter tidak pantas dan membungkam suara kubu konservatif.

Trump meminta Twitter untuk segera memperbaiki kebijakan cek fakta mereka. Jika tidak, Trump mengancam akan membungkam Twitter dengan regulasi yang lebih ketat atau pemblokiran.

"Republikan merasa platform media sosial telah membungkam total suara konservatif. Kami akan meregulasi (media sosial) atau bahkan menutupnya, sebelum kami membiarkan (pembungkaman kebebasan berpendapat) itu terjadi," ujar Trump sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 27 Mei 2020.

Diberitakan sebelumnya, Twitter melakukan cek fakta terhadap cuitan Donald Trump soal pengiriman surat suara via pos. Menurut Twitter, cuitan Trump soal pengiriman surat suara via pos rentan kecurangan dan penipuan tidak berdasar. Oleh karenanya, Twitter memberi label pada cuitan tersebut yang apabila diklik akan memawa netizen ke laman cek fakta.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah sistem cek fakta tersebut akan berlaku pada tweet-tweet lama. Trump sendiri, oleh berbagai pihak, dikenal akan tweet-tweetnya yang bebas dan liar sehingga kerap kali tidak akurat serta menyesatkan

Adapun soal ancaman Trump, yang disampaikan via Twitter, belum direspon oleh media sosial berlogo burung biru tersebut. Namun, pasar sudah merespon postingan Donald Trump dengan turunnya nilai saham Twitter.

ISTMAN MP | REUTERS