Penumpang Dibatasi, Transportasi Darat dan Udara Fokus Angkut Logistik

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/05/27/d62bf7b7-d361-4924-aa03-ad281a8c6e37.jpeg?w=700&q=90
Foto: Kemenhub

Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan beberapa langkah untuk memastikan angkutan logistik dan barang tetap lancar selama pandemi COVID-19. Dari sektor angkutan darat dan udara, Kemenhub mencatat adanya perubahan fokus penyedia layanan penyedia angkutan dari penumpang ke logistik termasuk berkoordinasi dengan para pelaku usaha di bidang tersebut.

Hal itu misalnya telah dilakukan DAMRI dan PT KAI. Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan DAMRI Nico R. Saputra mengatakan DAMRI mulai memberhentikan operasional bus dengan tujuan keluar dan atau masuk wilayah yang ditetapkan PSBB mulai 24 April sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Ia mengatakan selama pandemi COVID-19, Bus DAMRI akan tetap beroperasi, tetapi tidak membawa penumpang hanya membawa paket barang. Layanan logistik ini dalam rangka mendukung program pemerintah guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Kami mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan kemudahan layanan kami dalam menunjang distribusi kebutuhan logistik," tutup Nico.

Hal senada dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menyediakan layanan perjalanan kereta api Luar Biasa (KLB) untuk membantu masyarakat mengirimkan barang ke berbagai tujuan di Pulau Jawa saat Lebaran.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan layanan Perjalanan KLB ini akan mengangkut kiriman barang untuk berbagai segmen, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar dengan biaya yang menarik.

"Tujuannya agar semakin banyak barang yang didistribusikan dengan kereta api, di mana angkutan barang dengan kereta api memiliki keunggulan berupa aman, tepat waktu, dan efisien," jelas Joni.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Kyatmaja Lookman), logistik dan transportasi selama COVID-19 terbilang cukup lancar. Tidak ada hambatan yang berarti walaupun ada pembatasan angkutan penumpang, tetapi angkutan barang malah didorong sama pemerintah.

"Lebaran yang biasanya ada pembatasan kendaraan, kali ini tidak ada pembatasan kendaraan. Tujuannya untuk memastikan semua barang tersedia dari Sabang sampai Merauke dengan harga yang terjangkau," ujarnya.

"Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih, terutama kementerian perhubungan untuk mewujudkan hal ini dan juga mencegah masyarakat tidak terpapar karena virus dan ekonomi tidak harus terkapar karenanya," imbuhnya.

Sementara di sektor udara, Angkasa Pura 1 melakukan koordinasi ketat dengan maskapai dan perusahaan kargo agar arus pengiriman logistik dapat berjalan lancar pada masa aturan larangan mudik dan masa pandemi COVID-19 ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan terdapatnya permintaan extra flights untuk penerbangan yang mengangkut logistik oleh pesawat yang biasanya mengangkut penumpang.

Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi mengatakan setidaknya terdapat sembilan bandara yang dikelolanya yang menerima permintaan extra flights untuk mengangkut logistik atau kargo.

"Angkasa Pura Airports mendukung penuh maskapai yang mengalihfungsikan pesawat yang biasa mengangkut penumpang menjadi pesawat pengangkut logistik atau kargo melalui pengaturan prioritas bersama perusahaan kargo lainnya berdasarkan waktu kedatangan barang di terminal kargo bandara," ujarnya.

"Alih fungsi ini akan memperlancar arus kargo yang sempat tertunda pengirimannya karena banyaknya pembatalan penerbangan lanjutan akibat tingkat keterisian penumpang yang tidak mencukupi kuota untuk terbang," imbuhnya.

Hal senada dilakukan Angkasa Pura II. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyampaikan sebanyak enam maskapai nasional yang biasanya mengangkut penumpang kini mengoperasikan penerbangan khusus angkutan kargo domestik dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Maskapai-maskapai itu adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Citilink, Lion Air dan Airfast.

"Soekarno-Hatta cukup penting dalam mendukung kelancaran logistik nasional khususnya angkutan kargo di tengah pandemi COVID-19. Sejalan dengan itu, PT Angkasa Pura II berkomitmen menjaga kelancaran lalu lintas kargo di Soekarno-Hatta dan bandara-bandara perseroan lainnya, baik incoming maupun outgoing kargo di rute domestik dan internasional," ujarnya

"Kami selalu berkoordinasi intensif dengan maskapai yang juga sangat berperan dalam menjaga konektivitas angkutan kargo di Indonesia, dengan mau mengoperasikan pesawat khusus penumpang untung kemudian kini mengangkut kargo," sambung Awaluddin.

Sementara itu, Ketua Indonesia National Carriers Association (INACA) Denon Prawiratmadja mengapresiasi beberapa kebijakan cepat Kemenhub, terutama terkait pembatasan transportasi udara, guna mengantisipasi pencegahan COVID-19. Tak terkecuali memastikan agar angkutan logistik tetap berjalan.

Misalnya tertuang dalam PM Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 dan PM Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H.

Meski secara ekonomi sangat terdampak akibat adanya pandemi ini, ia mengatakan pihaknya dan para pelaku industri transportasi penerbangan lebih mengutamakan keselamatan. Ia juga mengatakan selalu berkoordinasi dengan Kemenhub, termasuk dalam angkutan logistik agar berjalan lancar dan sampai ke pelosok Indonesia.

"Selama bulan Maret, April, Mei ini, kita sangat koordinatif, kolaborasi logistik tetap berjalan di seluruh Indonesia. Dari sisi kita, tersedianya suplai bahan baku pokok dan medical (misalnya) bisa terselenggara dengan baik, (itu hasil) kerja koordinatif Kemenhub dengan pelaku industri juga," ujarnya.

(akn/ega)