Jelang New Normal, Pemkot Semarang Tingkatkan Tes Massal COVID-19

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/05/27/0c8174fc-284b-4ce6-8ee4-f5a0f7d18700_169.jpeg?w=700&q=90
Foto: Pemkot Semarang

Jakarta -

Jelang skema New Normal di Ibu Kota Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang meningkatkan tes massal COVID-19 kepada masyarakat di sejumlah tempat. Tak hanya di tempat - tempat umum dan usaha, tes massal yang dilakukan oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang, juga masuk ke area pelayanan publik.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan jika tes massal memang ditingkatkan secara acak menuju skema New Normal di Ibu Kota Jawa Tengah, terutama di tempat-tempat keramaian

"Alhamdulillah bisa dilakukan dengan baik, kalau yang kemarin salah satunya di Mal Paragon hasilnya semua negatif, tinggal nanti kita lihat hasilnya yang hari ini dan selanjutnya," ungkap Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2020).

"Insyaallah pada pembatasan kegiatan masyarakat tahap dua ini akan jauh lebih baik persiapannya menuju new normal," tambahnya.

Adapun tes massal juga dilakukan di Polrestabes Semarang dan Kejaksaan Negeri Kota Semarang, seluruh orang yang melakukan test ditemukan non-reaktif. Sedangkan tes massal lainnya dilakukan di Java Mall dan kedai Kopi Susu Bu Lurah di Jalan Rinjani.

Tak hanya meningkatkan test massal, Hendi juga menyebutkan jika Pemerintah Kota Semarang bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang, berupaya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang SOP kesehatan.

Hendi menjelaskan sosialisasi yang dilakukan antara lain cara penerapan new normal dengan SOP kesehatan, dan kedisiplinan masyarakat. "Ingin sehat? mari berdisiplin, kami terus sampaikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat, bahwa COVID-19 ini bahaya tapi bisa dihindari dengan SOP kesehatan," tekannya.

Di sisi lain, jelang dipastikannya penghentian PKM pada tanggal 7 Juni 2020 dan beralih pada skema New Normal mulai tanggal 8 Juni 2020, Hendi juga menunggu masukan dari berbagai pihak untuk mendapatkan konsep yang tepat, dan tidak menimbulkan dampak buruk pada sisi manapun.

Hendi menerangkan ada waktu dan kesempatan mempersiapkan protokol terbaik melindungi warga, akan dibahas pada 6 Juni mendatang, sebagai persiapan sebelum 7 Juni PKM usai, dan New Normal mulai 8 Juni.

"Tidak akan ada penambahan penutupan jalan seperti saat diberlakukannya PKM, maka dari itu protokol aktivitas masyarakat harus didiskusikan secara detail," pungkasnya.

(mul/ega)