https://asset.indosport.com/article/image/q/80/266550/marco_rose-169.jpg
Marco Rose merupakan salah satu pelatih hebat yang mencuat musim ini di Bundesliga Jerman. Lantas seperti apa sosoknya?© Daily Mail

Berkenalan dengan Marco Rose, Sang Jenius Taktik Baru dari Jerman

by

INDOSPORT.COM - Jerman menjadi salah satu negara Eropa yang tak ada habisnya melahirkan pelatih sepak bola hebat.

Belum lama dunia digemparkan dengan sosok Julian Nagelsmann yang mampu membawa Schalke dan RB Leipzig tampil menggila.

Kini muncul sang juru taktik jenius baru bernama Marco Rose. Pria berusia 43 tahun itu saat ini melatih Borussia Monchengladbach. Dirinya didatangkan dari klub Austria, RB Salzburg pada awal musim ini. 

Tercatat ia sudah mendampingi Monchengladbach sebanyak 33 pertandingan sejauh ini di semua kompetisi. 18 kemenangan berhasil ia persembahkan serta 6 kali imbang dan 9 kali merasakan kekalahan.

Selain itu, Rose juga mampu membawa timnya bersaing dengan tim-tim langganan papan atas semisal Bayern Munchen, Borussia Dortmund dan  RB Leipzig. 

Saat ini, Monchengladbach dibawanya bertengger di posisi ke-4 dengan koleksi 49 poin atau terpaut 6 angka dari Munchen yang berada di puncak klasemen Bundesliga Jerman dengan 55 poin hasil dari 25 pertandingan.

Lantas siapa sebenarnya anak baru yang mengejutkan Bundesliga tersebut? Berikut kami berikan ulasannya:

Warisi DNA Bintang Sepak Bola Jerman

Marco Rose yang lahir di kota Leipzig pada 11 September 1976 silam, adalah mantan pesepakbola profesional di Bundesliga Jerman.

Ia mengawali karier juniornya bersama sejumlah klub lokal asal Leipzig, setelah menempa ilmu di akademi sepak bola Rotation Leipzig pada 1987.

Karena DNA sepak bola yang sudah mengalir sejak lahir dari sang kakek Walter Rose, yang merupakan mantan pemain ternama Bundesliga di masa Perang Dunia ke-2, membuat ia tak kesulitan melalui proses untuk jadi pemain profesional.

Karier seniornya dimulai saat Rose membela VfB Leipzig pada tahun 1995. Nasib buruk dialami VfB Leipzig pada tahun 2000 yang membuat klub tersebut mengalami kebangkrutan dan akhirnya bubar. 

Rose pun melanjutkan petualangan kariernya di Hannover 96 pada tahun 2000 hingga dua musim ke depan, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Mainz 05 selama dua musim.

Ilmu Berharga dari Jurgen Klopp

Namun Rose tak kembali ke Hannover 96 setelah masa pinjamannya berakhir, karena Mainz 05 tertarik mempermanenkan statusnya di akhir musim berkat penampilan gemilangnya.

Titik balik kariernya itu juga tidak lepas dari sosok Jurgen Klopp yang pada saat itu melatih Mainz. Rose bahkan tak sungkan memuji gaya kepelatihannya, yang dinilai dinamis dan hebat dalam urusan pendekatan ke pemain.

Kehebatan Klopp membuat Mainz sanggup dua kali sukses promosi ke Bundesliga pada awal kariernya. 

"Saya adalah pemimpin yang sangat bisa diandalkan, tetapi saya bukan pemain yang mudah untuk dihadapi dan saya memiliki temperamen yang buruk," ujar Rose seperti dikutip dari DW.

Sejak saat itu, Rose tidak pernah meninggalkan Mainz meski sempat terlempar ke skuat cadangan di tahun 2010, sebelum akhirnya pensiun tahun 2011.

Berguru dari Dua Master Sepak Bola

Sepeninggalan Klopp pada tahun 2008, Mainz kemudian merekrut pelatih muda syarat talenta Thomas Tuchel yang kini melatih Paris Saint-Germain.

Tuchel langsung mengangkat Rose yang merupakan pemain senior dan sudah lama berada di klub, menjadi asistennya. Dari sini ia mulai belajar menekuni dunia kepelatihan.

Pun pada musim selanjutnya saat Martin Schmidt dipercaya menahkodai Mainz selepas Tuchel. Rose juga masih dipercaya menjadi asisten pelatih di klub yang membesarkan namanya ini.

Belajar dari dua pelatih hebat, plus tempaan enam musim di bawah asuhan Jurgen Klopp, membuat ramuan taktik Rose mulai sempurna.

Ia kemudian pensiun pada tahun 2011 sebagai seorang pemain dan langsung mempraktikan ilmu kepelatihannya di tim kasta bawah, Lokomotive Leipzig selama satu musim.

Tahun 2013, ia kemudian dilirik oleh klub Austria, RB Salzburg untuk bergabung melatih tim akademi selama empat musim. Tahun 2017, ia dipercaya naik level menahkodai tim utama.

Berbekal sejumlah talenta muda macam Takumi Minamino yang kini memperkuat Liverpool dan Valentino Lazarro yang kini membela Newcastle United yang dipinjamkan dari Inter Milan.

Rose kemudian mampu membuat Die Roten Bullen, julukan RB Salszburg menjadi kekuatan baru sepak bola Austria bahkan Eropa berkat pondasi tim yang dibangunnya dua musim. Pada tahun 2019 Marco Rose kembali ke Jerman, melatih Borussia Monchenladbach. Ia kini sudah.