https://akcdn.detik.net.id/visual/2020/04/23/93821747-b98b-4790-9d52-717fb6007468_169.jpeg?w=1280&q=90
5 Langkah Memandikan Bayi yang Belum Lepas Tali Pusarnya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/subinpumsom

5 Langkah Memandikan Bayi yang Belum Lepas Tali Pusarnya

by

link telah dicopy
Jakarta -

Memandikan bayi baru lahir menjadi hal yang cukup membuat gugup ibu baru. Apalagi jika tali pusar bayi belum lepas, ya Bunda.

Bayi Bunda dapat dimandikan setiap dua atau tiga hari sekali dengan produk-produk mandi bayi yang ringan. Mandi yang terlalu sering tidak baik lho karena dapat membuat kulitnya menjadi kering.

Namun bolehkah memandikan bayi jika tali pusar belum lepas?

Dikutip dari pampers.com, selama bayi usianya baru beberapa minggu dan tali pusarnya belum lepas, Bunda bisa memandikan buah hati, kok. Tapi sebaiknya mandi dengan menggunakan spons, ya Bunda.

Sebelum mandi, perlengkapan yang sebaiknya dipersiapkan Bunda, yakni bantalan untuk mengalasi permukaan keras, seperti selimut atau handuk. Selain itu, baskom air hangat, waslap, sabun bayi ringan, popok bersih, dan handuk bayi.

Nah jika perlengkapan sudah siap, mandi spons mudah dilakukan, kok Bunda. Dikutip dari HealthLine, berikut ini tahapan yang harus diperhatikan:

1. Pilih ruangan yang hangat, dengan suhu sekitar 23,8 derajat celcius, kemudian lepaskan pakaian dan popok bayi.

2. Baringkan bayi di permukaan rata, seperti lantai, meja wastafel, atau tempat tidur Bunda.

3. Bungkus bayi dengan handuk, dan buka handuk di bagian tubuh bayi yang ingin dibersihkan.

4. Bunda bisa memulai dari wajah bayi dan bagian atas kepalanya. Pertama, celupkan kain bersih atau waslap ke dalam air hangat tanpa sabun untuk dan usap bagian atas kepala dan sekitar telinga luar, dagu, lipatan leher, dan mata.

5. Kemudian baru tambahkan satu atau dua tetes sabun ringan ke dalam air hangat. Celupkan waslap ke dalam air sabun dan peras.

5. Gunakan air sabun untuk membersihkan seluruh bagian tubuh dan bagian tubuh yang tertutup popok. Jangan lupa untuk membersihkan di bawah lengan dan sekitar area genital. Jika bayi sudah disunat, hindari membersihkan penis supaya luka tetap kering.

5. Keringkan bayi, termasuk beberapa daerah lipatan kulit. Pakaikan popok dan gunakan handuk dengan tudung untuk menjaga kepala tetap hangat saat mengeringkan badan.

Perawatan tali pusar

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2019/11/13/4ebbc6d9-d464-4e90-b7fd-2294bdcfe7bb_169.jpeg?w=1280
Tali pusar bayi/ Foto: iStock

Jangan biarkan tali pusar masuk dalam popok bayi ya Bunda. Perlu juga untuk menjaganya agar tetap bersih dan kering sampai lepas dalam waktu 1-3 minggu.

Untuk membersihkan, Bunda bisa menggunakan kapas yang dicelupkan ke dalam air. Kemudian, dengan lembut bersihkan pangkal talinya. Lalu keringkan kembali dengan kapas bersih.

Bunda, karena tidak ada ujung saraf di tali pusar, sehingga tidak akan menimbulkan rasa sakit pada bayi. Bayi mungkin agak sedikit rewel karena efek dingin pada perut.

Ketika Bunda mungkin melihat dasar tali pusar tampak lembap dan ada beberapa tetes darah, terus bersihkan pangkal tali pusarnya sesering mungkin. Jangan pernah menariknya dan biarkan talinya terlepas dengan sendirinya.

Setelah lepas, lanjutkan perawatannya sampai area tersebut benar-benar sembuh. Jika Bunda menemukan tanda infeksi seperti kemerahan, bau, atau basah segera konsultasi ke dokter anak, ya Bunda.

Bunda, simak juga tips memberi kado untuk bayi baru lahir dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(AFN/jue)
link telah dicopy