https://akcdn.detik.net.id/visual/2018/04/17/e39c32fe-5c63-45ce-931e-5671123b7ac9_169.jpeg?w=1280&q=90
Pesan Pegulat Berdarah RI Hana Kimura yang Diduga Bunuh Diri untuk Ibunda/ Foto: Instagram

Pesan Pegulat Berdarah RI Hana Kimura yang Diduga Bunuh Diri untuk Ibunda

by

link telah dicopy
Jakarta -

Bintang reality show 'Terrace House' Hana Kimura ditemukan meninggal dunia di apartemennya pada 23 Mei 2020 lalu. Kimura yang juga pegulat profesional ini diduga mengakhiri hidupnya sendiri.

Belakangan, media melaporkan telah ditemukan beberapa pesan di kamar apartemennya. Salah satu isinya ditujukan untuk sang ibu.

"Terima kasih telah melahirkan saya," demikian isi pesan itu, dikutip dari Japan Times, Rabu (27/5/2020).

Kimura diduga mengakhiri hidupnya karena mendapat komentar negatif dari netizen alias korban cyberbullying. Kematian wanita 22 tahun ini telah dikonfirmasi oleh rumah sakit dan diumumkan oleh organisasi pegulat Stardom.

Kimura adalah salah satu dari anggota di reality show 'Terrace House Tokyo 2019-2020' yang disiarkan oleh Fuji Television dan Netflix. Reality show ini mempertemukan tiga wanita dan tiga pria untuk tinggal bersama dan menemukan cinta tanpa naskah.

Wanita berdarah Indonesia ini bergabung di acara tersebut pada September lalu dan menjadi target cyberbullying. Di mana ucapan dan perilakunya mendapat kritikan pedas. Pada salah satu tayangan yang tayang bulan Maret lalu, Kimura marah pada salah satu anggota dan memicu bullying.

Dilansir Asian Nikkei Review, setelah episode ini tayang, Kimura banyak mendapatkan komentar negatif, seperti, "Semua akan bahagia jika kamu pergi dengan cepat," dan "Jangan muncul lagi di TV."

Dalam laman The Washington Post, disebutkan bahwa kepergian Kimura menimbulkan pertanyaan soal anak muda yang menjadi korban bullying. Fakta bahwa Kimura adalah perempuan dan berdarah Indonesia membuatnya menjadi target yang pas.

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2020/05/26/665e5d0f-cf03-4bc2-a95a-53f221838bfb_169.png?w=1280
Hana Kimura, pegulat dan bintang Netflix yang meninggal di usia 22 tahun./ Foto: Dok. Instagram/hanakimuraofficial

Pada hari kematiannya, Kimura sempat mengunggah tulisan bahwa dirinya selalu mendapat komentar buruk. Ia juga menuliskan pesan, ingin dicintai dalam hidup.

"Setiap hari, saya mendapatkan hampir 100 opini jujur dan saya tak menampik bahwa itu semua membuat saya sakit," tulisnya di Twitter.

Sedangkan dalam unggahannya di Instagram, Kimura memposting fotonya dengan kucing peliharaan dan menuliskan pesan terakhir, "Saya cinta kamu, tolong jalani hidup yang panjang dan bahagia. Maafkan saya," tulisnya.

Bicara soal keinginan mengakhiri hidup atau bunuh diri, menurut psikolog Aurora Lumban Toruan, dalam kebanyakan kasus memang pernah muncul lebih dari sekali. Orang menganggap tidak ada jalan lain karena sudah memikirkan atau mencoba berbagai solusi.

"Orang menganggap kondisinya lebih berat atau lebih menakutkan untuk dihadapi atau ditanggung, lalu merasa keadaan mati menjadi lebih baik," ujar Aurora.

Jika memang secara psikologis tidak bisa diatasi, lebih baik segera cari bantuan profesional, Bunda. Terkait hal ini, jika Bunda menemukan gejalanya pada orang terdekat, segera hubungi lima rumah sakit yang disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan bunuh diri, yakni:

1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467
3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

Ada pula nomor hot line Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

Simak juga cerita Tasya Kamila yang menjadi korban mom shaming, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
link telah dicopy