Gelombang Tinggi Sebabkan Banjir Rob di Pesisir Selatan Bali

by
https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/05/27/1181119/670x335/gelombang-tinggi-sebabkan-banjir-rob-di-pesisir-selatan-bali.png
Ilustrasi Banjir. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Banjir rob menerjang Sejumlah pantai di wilayah Selatan Bali. I Wayan Wirata selaku Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar membenarkan adanya pasang laut atau banjir rob tersebut.

"Informasi tadi di (Pantai) Kuta sampai ke jalan dan di Pantai Patitenget (Seminyak) dan Pantai Lebih (Gianyar)," kata Wirata saat dihubungi, Rabu (27/5).

Banjir rob karena adanya gelombang tinggi di utara Australia atau palung tekanan rendah. Kemudian dari tekanan rendah itu memicu angin kencang di wilayah tersebut dan membangkitkan gelombang tinggi yang dapat menjangkau wilayah pesisir dari Barat Lampung, Pesisir Selatan Jawa, Bali dan hingga NTB.

"Selain itu kejadian tersebut bertepatan dengan periode pasang laut. Sehingga faktor kedua memicu banjir rob tersebut," imbuhya.

Ia juga menyebutkan, untuk tinggi gelombang di Pantai Selatan Bali kini mencapai 5 meter. "Kalau di pemodelan kita untuk selatan Bali untuk hari ini masih potensinya lima meter. Prediksi sampai tiga hari ke depan. Kalau selat Bali bagian selatan masih tinggi juga 5 Meter juga selat selat Badung dan selat Lombok bagian selatan," ujarnya.

"Kalau untuk banjir rob, sesuai rilis dari BMKG, dia masih dari hari ini hingga esok cuma infonya kita akan update lagi," jelas Wirata.

Wirata juga mengimbau, bagi masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak banjir pesisir tersebut.

"Kalau dampak (banjir rob) mungkin terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir dan terus petani garam dan perikanan. Seperti di pelabuhan mungkin bongkar muatan juga terganggu. Masyarakat yang mau berpergian ke pantai harap waspada saja," ujar Wirata. [cob]