Gubernur Sebut Meledaknya Kasus Corona di Sumsel dari Hasil Pelacakan

by
https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/05/27/1181096/670x335/gubernur-sebut-meledaknya-kasus-corona-di-sumsel-dari-hasil-pelacakan.jpg
ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Hingga 26 Mei 2020, terdapat 868 kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan atau tertinggi di pulau Sumatera dan nomor lima se-Indonesia. Gubernur Sumsel Herman Deru mengklaim banyaknya warga yang terpapar virus itu karena masifnya tracing atau pelacakan.

Deru mengatakan, dari 11 ribu sampel swab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang, 8 ribu sampel di antaranya berasal dari Sumsel, sementara sisanya kiriman tiga provinsi tetangga. Dia pun mengaku tidak kaget dengan tingginya angka positif di provinsi itu.

"Ini (banyaknya kasus positif Covid-19) karena masifnya melakukan tracing. Saya memang minta agresif dan aktif untuk mencari sasaran tracing swab," ungkap Deru, Rabu (27/5).

Dikatakannya, tracing yang masif dilakukan sejak awal adanya kasus positif di Sumsel dua bulan lalu. Tracing kembali digiatkan dengan banyaknya kasus positif kategori orang tanpa gejala (OTG) yang justru berdampak rentan terjadinya penyebaran meluas.

"Saat kasus positif diangka 480, OTG kita waktu itu lebih dominan, sekitar 395 orang. Dari sana tracing semakin masif lagi," kata dia.

Meski kasus positif corona di Sumsel terbilang sangat tinggi, Deru membantah virus itu tumbuh subur di daerah yang dipimpinnya. Selain tracing, upaya yang patut ditingkatkan adalah proses penyembuhan bagi pasien agar tingkat kematian bisa ditekan.

"Penyembuhan adalah langkah selanjutnya. Kita konsen pada pasien positif kluster rawan, semisal manula, punya riwayat penyakit berbahaya, atau lainnya," kata dia.

Bagi pasien positif kategori OTG, disediakan tempat khusus di Wisma Atlet Jakabaring Palembang dengan perawatan dan perlengkapan memadai. Orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah juga dilakukan pengawasan dan pemenuhan kebutuhan pokok.

"Kalau semua pasien positif baik bergejala atau tidak dirawat di rumah sakit, tentu tidak muat. Makanya kita sediakan Wisma Atlet bagi OTG, kita rawat sampai sembuh," tegasnya. [cob]