https://gilabola.com/wp-content/uploads/2020/05/Alphonso-Davies-Masih-Ingin-Memperbaiki-Penampilannya.jpeg

Banyak Dipuji, Bek Muda Bayern Mengaku Masih Banyak Kekurangan

by

Gilabola.com – Bek muda Bayern Munchen, Alphonso Davies kembali menuai pujian atas penampilannya, namun sang pemain mengaku dirinya masih banyak kekurangan dan ingin memperbaikinya.

Performa dari Davies musim ini memang makin cemerlang dan terus mengundang pujian dari banyak pihak, terutama karena kecepatan larinya yang sangat luar biasa. Hal itu pula yang kembali menjadi sorotan dalam kemenangan Bayern saat menghadapi Borussia Dortmund dalam partai Der Klassiker Rabu (27/05) dini hari tadi.

Kecepatan dari bek asal Kanada itu mampu membuatnya sukses menggagalkan banyak serbuan Dortmund dari sayap kanan mereka yang terkenal cukup tangguh. Namun, Davies tidak terbuai dengan pujian-pujian yang ada karena dia justru kecepatannya itu sedikit menutupi beberapa kelemahan dari permainannya.

Menurut pemain berusia 19-tahun itu dia memang beruntung memiliki kecepatan yang luar biasa karena itu membantunya mengatasi masalahnya yang masih sering salah dalam penempatan posisi. Bek kiri itu berharap dia akan bisa terus memperbaiki kekuranganya dari segi penempatan posisi tersebut sehingga tidak harus terus mengandalkan kecepatan saja dalam bertahan.

“Sebagai pemain muda aku memang masih sering salah dalam penempatan posisi dan karena itu diriku senang memiliki kecepatan yang saya miliki. Itu adalah bagian dari permainanku yang bisa aku manfaatkan dengan baik,” ujar Davies kepada situs resmi Bundesliga.

“Akan tetapi kedepannya dengan tim ini aku tentu akan belajar lebih lagi tentang penempatan posisi, menempatkan posisi yang lebih baik akan membuatku tidak hanya selalu salah dan harus terus berlari secepat mungkin untuk mengejar lawan.”

Dengan usia yang masih sangat muda memang problema yang dialami Davies adalah sebuah hal yang cukup wajar. Memang cukup beruntung juga dia memiliki kecepatan luar biasa yang membuatnya bisa selalu menutupi kelemahan yang masih dirinya miliki saat ini dari segi penempatan posisi.

Keinginan sang pemain untuk memperbaiki kekurangannya tersebut juga sebuah indikasi positif tentunya akan kemauannya untuk terus berkembang. Harus terus berlari mengejar lawan dalam bertahan tentu bukanlah hal yang ideal juga, terutama dalam partai ketat yang terkadang menguras banyak tenaga.