Sederet Penyebab BLT Dana Desa Belum Cair 100%

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2018/06/08/cbe5e480-7ccd-4daf-8fd6-635d9d509d47_169.jpeg?w=700&q=80
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho

Jakarta -

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyebut banyak kendala yang menyebabkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa belum cair 100%. Per tanggal 26 Mei 2020, baru 4.992.025 kepala keluarga (KK) di 47.030 desa yang menerima.

Padahal target pencairan ditujukan kepada 12,3 juta KK dengan anggaran Rp 22,4 triliun. Proses pencairan dimulai dari April-Juni 2020.

"Jadi beberapa faktor ya, misalnya ada 1 kabupaten yang kepala dinas betul-betul nggak punya semangat hidup, itu setiap hari kita tanya kenapa ini," kata Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar dalam video conference, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Penyebab berikutnya, dikatakan Abdul Halim adalah beberapa kepala desa memilih untuk menyelesaikan program bantuan sosial (bansos) yang berasal dari pemerintah pusat atau APBN selama COVID-19 terlebih dahulu.

"Sehingga ditahan dulu nggak boleh dicairkan. Nunggu semuanya selesai," ujarnya.

Dia mengatakan ada juga kendala teknis seperti pergantian atau kepala desanya baru dilantik, sehingga pengajuan pencairan masih diproses.

"Jadi faktor itu yang menyebabkan kurang percepatan di daerah, tapi sudah ada 74% diukur dari dana desa yang sudah tersedia di rekening kas desa," ungkapnya.

Simak Video "Nelayan di Kendari Ngamuk Pertanyakan BLT"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)