Jokowi Minta Arus Balik Dikontrol: Jangan Terjadi Gelombang Kedua Corona

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/05/27/ddaf8edd-3415-484d-b095-b6157276b431_169.jpeg?w=700&q=90
Foto: Andhika Prasetia

Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya pengendalian arus balik mudik Idul Fitri 1441 H. Jokowi menyebut ada potensi munculnya gelombang kedua virus Corona (COVID-19) apabila tidak adanya pengendalian.

"Berkaitan pengendalian arus balik, ini penting untuk kita kendalikan agar tidak terjadi sirkulasi bolak-balik dalam penyebaran virus yang berpotensi untuk memunculkan gelombang yang kedua, utamanya di wilayah Jabodetabek," ujar Jokowi dalam rapat terbatas 'Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19' di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Jokowi memperoleh data tren R0 atau Rt di DKI Jakarta sudah di bawah 1. Jokowi ingin kurva kasus COVID-19 terus ditekan sehingga melandai.

"Karena saya melihat data terakhir tadi pagi, tren untuk R0 atau Rt dari DKI Jakarta sudah di bawah 1 sehingga ini perlu terus kita tekan agar lebih menurun lagi," kata Jokowi.

Di samping itu, Jokowi meminta jajarannya fokus ke wilayah yang memiliki kasus COVID-19 yang tinggi, seperti di Jawa Timur. Berdasarkan data hingga hari Selasa (26/5), terdapat 3.886 kasus virus Corona di Jawa Timur.

"Saya ingin gugus tugas dan menteri fokus pada provinsi yang memiliki kasus yang cukup tinggi. Di Jawa, terutama agar dibantu memberikan dukungan penuh Provinsi Jawa Timur, terutama tentang kesiapan rumah sakit rujukan dan rumah sakit daruratnya," ujar Jokowi.

(dkp/dwia)