https://akcdn.detik.net.id/visual/2020/05/27/32f64669-06b0-4c87-95b5-4e162017b7a4_169.jpeg?w=1280&q=90
Tak Ada Internet, Maria Terjang Hujan & Banjir Demi Ajar Murid Selama Pandemi/ Foto: YouTube Kemendikbud

Tak Ada Internet, Maria Terjang Hujan & Banjir Demi Ajar Murid Selama Pandemi

by

link telah dicopy
Jakarta -

Di masa pendemi Covid-19 ini anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah seperti biasanya. Di kota seperti Jabodetabek, anak-anak dan guru bisa melakukan pembelajaran online dengan mudah. Tapi, tidak untuk guru dan murid di Indonesia Timur.

Salah satu sekolah yang terkendala sinyal internet adalah SDK Kaenbaun, Kab. Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Di sana tidak ada sinyal internet, bahkan mereka tidak bisa menonton siaran TVRI, Bunda.

"Saya ini mengajarnya di daerah pedalaman. Di daerah itu jaringannya memang susah, Mas. Ada tugas yang online, anak-anak itu selalu cari tempat di ketinggian. Naik ke gunung, mencari jaringan, begitu," jelas guru honorer, Maria Yosephina Morukh kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dikutip dari YouTube Kemendikbud.

Maria kemudian mencari cara bagaimana supaya anak-anak bisa tetap belajar meskipun tidak ada teknologi. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengunjungi rumah siswa satu persatu.

"Jadi, kalau saya kadang ke sana, anak-anak itu sudah dengan orang tua ke kebun," ujarnya.

Setiap harinya, Maria mengunjungi rumah 5 siswa. Ia kemudian memberikan tugas kepada mereka.

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2020/05/27/b70e7a18-1fa8-43f5-8634-b0d8fa3c2049_43.jpeg?w=1280
Guru honorer di NTT, Maria Yosephine/ Foto: YouTube Kemendikbud

"Muridnya kaget, mungkin karena mereka senang saya datang. Itu mereka sepertinya macam rindu sekali untuk masuk sekolah," kata Maria.

Ia berkeliling mengunjungi rumah anak-anak muridnya dengan mengendarai motor. Bukan tanpa tantangan Maria menjalani profesinya sebagai guru di masa seperti ini.

Terkadang, Maria terkendala oleh cuaca. Tapi, hujan lebat tidak menghalangi Maria untuk tetap mengunjungi rumah anak-anak didiknya.

"Di satu sisi juga kadang kalau hujan juga saya kesulitan di jalan karena banjir juga saya akhirnya tertahan. Karena harus menyeberangi sungai untuk bisa ketemu anak-anak," ujarnya.

Maria tetap semangat lho, Bunda, untuk mengajar anak-anak didiknya. Ia berharap, pemerintah lebih memerhatikan sekolah tempatnya mengajar karena tempatnya terlalu terpencil.

Sama seperti anak-anak NTT, siswa di Jabodetabek juga mulai merindukan sekolah. Mereka bertanya-tanya kapan akan bisa kembali sekolah seperti dulu.

Namun, Mendikbud belum memberikan keputusan tentang kapan tahun ajaran baru dimulai. Menurutnya, perlu pertimbangan ulang dalam menentukan tahun ajaran baru karena adanya pandemi corona.

"Mohon menunggu dan saya belum bisa memberikan statement apapun untuk keputusan itu. Karena dipusatkan di gugus tugas. Mohon kesabaran. Kalau ada hoaks-hoaks dan apa sampai akhir tahun, itu tidak benar," kata Nadiem.

Lihat juga cara ajarkan anak supaya mau salat dan mengaji di video berikut ini, Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
link telah dicopy