https://awsimages.detik.net.id/visual/2020/02/13/0bd5197d-6a53-40bd-a08c-907691d49ef8_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Tito Ungkap Skenario Vaksinasi Massal Covid-19 RI di 2022

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian melaporkan perkembangan perihal vaksin Covid-19 racikan pemerintah. Hal itu dilaporkan Tito dalam rapat koordinasi dengan Komisi II DPR RI, KPU, dan Bawaslu, Rabu (27/5/2020).

"Jadi dari Kemenristek (Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional) sudah bikin tim gabungan penelitian untuk bikin vaksin sendiri untuk virus [corona] yang ada di Indonesia. Itu tadi mungkin ditemukan akhir 2021," katanya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Tito mengatakan Kemenristek telah menemukan empat strain virus corona baru yang menyebar di seluruh dunia saat ini. Virus corona yang ada di China, kata Tito, berbeda dengan yang ada di Amerika Serikat dan negara lain.


Menurut dia, virus corona yang masuk ke Indonesia termasuk dalam kelompok 'other' atau kelompok virus yang memiliki perbedaan strain dengan yang ada di China atau di Eropa dan Amerika.

"Itu dari 32 ribu sequence, sehingga kalau ada vaksin ditemukan lebih dulu di Amerika, China atau Eropa, belum tentu compatible dengan [strain corona] yang ada di Indonesia," kata Tito.

Ia juga menyebut vaksin tidak bisa langsung dipakai masyarakat secara luas jika sudah rampung dibuat. Harus ada serangkaian proses tes kembali secara bertahap dengan skala yang lebih besar untuk menguji efektifitas vaksin tersebut.

Setelah itu, proses berlanjut kepada tahapan produksi vaksin secara massal yang membutuhkan waktu tidak sebentar. Sebab, nantinya vaksin itu akan diperuntukkan untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

"Kita liat skenarionya sampai 2022 mungkin sampai 2023. Tapi skenario optimisnya sampai 2021 sampai 2022," kata dia.

Pernyataan Tito tersebut sama dengan yang disampaikan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Siti pernah mengatakan vaksin yang dibuat oleh pendiri Microsoft Bill Gates dan rekan-rekannya belum tentu bisa dipakai di Indonesia.

Alasannya, karena virus corona yang ada di Indonesia belum tentu sama dengan sampel Covid-19 yang dipakai saat pembuatan vaksin oleh Bill Gates dan kawan-kawan.

"Kita harus hati-hati di sini, berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di Indonesia, maka tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif)," kata Siti dalam tulisannya yang diterima cnnindonesia.com, Minggu (17/5/2020).

[Gambas:Video CNBC]

(miq/roy)