https://foto.wartaekonomi.co.id/files/arsip_foto_2019_12_31/bursa_efek_indonesia_151203_big.jpg

Optimisme Investor Kembali Tumbuh, Pasar Modal Berbalik Arah

by

WE Online, Jakarta - Sempat dibuka pesimis di bawah zona negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 0.32% atau 14.76 poin ke level 4.641,56 dengan saham-saham indeks sektor industri dasar naik 1.46% dan trading 0.99% memimpin penguatan.

Head of Research Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengungkap bawha optimisme investor kembali tumbuh setelah mayoritas saham industri dasar melonjak diakhir sesi.

“Saham SMGR melesat 7.87% naik lebih dari lima persen setelah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 66,53% di kuartal pertama tahun 2020. SMGR melakukan banyak efesiensi dan peningkatan penjualan diawal tahun mampu menopang laba bersih,” kata Lanjar, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga: Saham Klub Bola Milik Pengusaha Pieter Tanuri Banjir Peminat

Menurutnya, secara teknikal IHSG berpeluang menguat dengan support resistance 4570-4790. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya; AKRA, IMJS, MCAS, MEDC, UNVR, WIKA, WTON, LPCK.

Adapun, indeks saham Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei (+0.70%) dan TOPIX (+0.96%) naik sedangkan indeks Hangseng (-0.75%) dan CSI300 (-0.70%) turun. Ekuitas Jepang naik setelah Bloomberg melaporkan bahwa pemerintahan Abe sedang menyusun paket stimulus baru 117 triliun yen ($ 1,1 triliun).

“Investor terfokus pada kemajuan dari dalam perseteruan AS-China yang kembali mengamcam perdagangan antara kedua belah pihak membuat yuan tergelincir. Administrasi Trump sedang mempertimbangkan serangkaian sanksi untuk mencoba menghukum China karena tindakan kerasnya terhadap Hongkong,” jelasnya.

Baca Juga: IHSG Rebound di Akhir Sesi II

Sementara, bursa Eropa dibuka menguat lebih dari setengah persen diawal sesi perdagangan. Indeks Eurostoxx (+0.57%), FTSE (+0.99%) dan DAX (+0.58%) naik cukup optimis bersama bursa berjangka AS yang menguat.

“Mayoritas negara di Eropa menyerukan pembukaan kembali ekonomi setelah terpukul dengan infeksi coronavirus. Babak selanjutnya dari ketegangan AS dan China akan kembali menjadi fokus investor,” pungkas Lanjar.