https://awsimages.detik.net.id/visual/2020/05/21/af3ea0e0-bcf5-433a-bee5-e418a45931c5_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: Erick Thohir Kunjungi Kesiapan Fasilitas Laboratorium Bio Farma Lawan Covid-19. Dok: BUMN

Setelah Direksi, Erick Thohir Pangkas Komisaris PTPN

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal memangkas jumlah komisaris dari seluruh perusahaan yang berada di bawah holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Pemangkasan ini dilakukan untuk efisiensi setelah kementerian juga mengurangi jumlah direksi perusahaan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pemangkasan ini dilakukan karena manajemen perusahaan selama ini dinilai tidak efisien. Terlebih sejak holding perusahaan ini dibentuk.

"Kemarin Pak Erick liat sudah ada holding kenapa harus ada direksi di bawah-bawah lagi, ada holding tapi ada lagi direksi di bawahnya. Lalu kalau gitu holding buat apa. Makanya direksi di holding aja, di samping efiensi juga. Jadi direksinya dikurangi, komisarisnya juga jadi satu atau dua tinggal, nanti juga dipangkas," kata Arya dalam video conference, Rabu (27/5/2020).


Dia menyebutkan, perusahaan yang sudah memiliki holding diharapkan akan memiliki sistem terpusat sehingga anak usaha menjadi lebih kuat.

Kementerian baru saja merombak habis-habisan direksi pada perusahaan perkebunan pelat merah, mulai dari PTPN I hingga XIV.

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang akan mengambil alih seluruh fungsi pengawasan dan evaluasi perusahaan perkebunan pelat merah lainnya. Sedangkan anak perusahaan hanya akan melakukan operasional perusahaan saja.

Jumlah direksi dari 3-4 orang juga dipangkas menjadi satu direksi dan dibantu dengan dua Senior Executive Vice President (SEVP).

[Gambas:Video CNBC]

(dru)