https://cdn1.katadata.co.id/media/images/thumb/2020/05/20/2020_05_20-21_33_11_3a582cf5b4717515e71e955c0fe47bd1_960x640_thumb.jpg
Sejumlah pengunjung memilih pakaian yang dijual di salah satu mal di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (20/5/2020). YLKI menyebut pembukaan mal di tengah pandemi corona sangat prematur dan berpotensi sebabkan gelombang kedua wabah.ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.

Lembaga Konsumen Menilai Pembukaan Mal Awal Juni Terlalu Prematur

Pemerintah diminta lebih fokus pada penanganan wabah corona dibandingkan mengaktifkan kegiatan perekonomian dan perkantoran.

by

SOROT : Krisis Virus Corona

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI menilai wacana pembukaan kembali mal atau pusat perbelanjaan di DKI Jakarta pada awal Juni mendatang masih sangat prematur. Hal ini dikarenakan tingkat penyebaran virus corona di ibu kota masih terbilang tinggi.

Staf Pengaduan YLKI Rio Priambodo meminta pemerintah lebih fokus pada penanganan wabah dibandingkan mengaktifkan kegiatan perekonomian dan perkantoran. Pasalnya, ketika wabah dapat dikendalikan dalam waktu dekat, pemulihan ekonomi secara otomatis dapat dilakukan dengan cepat.

"Saya kira ini cukup premetur karena memang data pasien positif corona terlalu banyak dan memang belum menunjukkan bahwa kesehatan kita masih belum terjamin," kata Rio kepada katadata.co.id, Rabu (27/5).

(Baca: Menko Perekonomian Sebut Mal Jakarta Belum Tentu Dibuka 5 Juni)

Menurut dia, jika pembukaan mal tetap dilakukan, maka seluruh protokol kesehatan harus diterapkan dan diawasi ketat. Sebab, jika pembukaan mal dilakukan dalam kondisi yang masih belum sepenuhnya normal dikhawatirkan menimbulkan serangan gelombang kedua wabah.

Aturan yang sama juga harus diberlakukan pada seluruh moda transportasi massal baik antarkota maupun dalam kota. Sebab, pemerintah dinilai masih sangat longgar dalam mengawasi pergerakan masyarakat saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

"Pengawasan pemerintah masih belum makasimal khususnya di Jabodetabek, jalanan juga masih ramai, fasilitas umum masih banyak dan ini memang model pengawasannya yang perlu diubah dan PSBB harus lebih ditingkatkan lagi pengawasannya," ujar Rio.

Sebelumnya,64 mal atau pusat perbelanjaan dikabarkan siap kembali beroperasi. Hal itu sebagaimana mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) No. 489 Tahun 2020 tentang perpanjangan PSBB di Jakarta.  

Pergub ini menyebutkan, Gubernur DKI Jakarta memperpanjang PSBB 14 hari sejak 22 Mei 2020 hingga 4 Juni 2020. Perpanjangan PSBB tersebut merupakan yang ketiga kali sejak pertama diberlakukan April lalu.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, sebanyak 64 mal di DKI Jakarta siap dibuka pada pada 5 dan 8 Juni 2020 dengan standar operasional prosedur (SOP) ketat. 

(Baca: Disentil Anies, Pengusaha Koreksi Wacana Pembukaan Mal)

Seluruh pengunjung nantinya hanya akan diperbolehkan masuk separuh dari kapasitas mal seiring penerapan protokol physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto justru membantah pemerintah akan mengizinkan kegiatan operasional pusat perbelanjaan atau mal di DKI Jakarta pada 5 Juni 2020. Keputusan membuka mal akan tergantung evaluasi dari penerapan PSBB DKI Jakarta yang akan berakhir pada 4 Juni 2020.

“DKI Jakarta masih PSBB sampai 4 juni 2020, sehingga belum ada rencana lain, menunggu PSBB dua pekan ini,” kata Airlangga setelah rapat kabinet terbatas lewat video conference, Rabu (27/5).

Airlangga mengatakan saat ini pemerintah masih fokus untuk mengantisipasi dampak penularan Covid-19 dari arus mudik dan arus balik selama rangkaian Idul Fitri 1441 Hijriah. “DKI Jakarta masih menunggu harapan terkait dengan monitoring arus mudik, dan diharapkan dalam dua pekan ini bisa terjadi penurunan,” kata dia.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan