https://foto.wartaekonomi.co.id/files/arsip_foto_2018_01_30/tokoh_2018_01_30_174238_big.jpg

Kuartal I-2020, BCA Panen Cuan hingga Rp6,6 Triliun

by

WE Online, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak mampu mencatatkan kinerja yang solid hingga akhir triwulan I-2020 di tengah pandemi dan tantangan ekonomi. Pada triwulan pertama 2020, BCA dan entitas anak melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,6 triliun atau meningkat 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BCA mencatat pertumbuhan pendapatan operasional yang tinggi sebesar 17,3% yoy menjadi Rp19,6 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit dan kinerja CASA yang solid. Per Maret 2020, portofolio kredit Bank tumbuh 12,3% yoy menjadi Rp612,2 triliun.

"Posisi permodalan BCA solid dengan likuiditas yang sehat," ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja BCA triwulan I-2020 melalui video conference di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga: Ada Gula Ada Semut: Happy Dapat Belasan Triliun Rupiah dari BCA, Pemegang Saham Langsung Lakukan...

Kepercayaan nasabah dan upaya yang konsisten meningkatkan keunggulan franchise perbankan transaksi BCA menopang pertumbuhan dana CASA yang solid. Pada Maret 2020, dana CASA BCA tumbuh 17,3% yoy, mencapai Rp568,5 triliun dan berkontribusi sebesar 76,7% dari total dana pihak ketiga.

Jumlah rekening juga menunjukkan tren kenaikan, yaitu sebesar 13,7% yoy mencapai 22 juta rekening karena turut didukung layanan pembukaan rekening online. Deposito tumbuh tinggi sebesar 15,1% yoy mencapai Rp172,5 triliun, meskipun terdapat tren penurunan suku bunga deposito.

"Total dana pihak ketiga meningkat 16,8% yoy menjadi Rp741,0 triliun. Posisi likuiditas tetap kokoh dengan rasio LDR sebesar 77,6%," ungkapnya.

Dari sisi profitabilitas, laba sebelum provisi dan pajak mencatat pertumbuhan sebesar 17,4% yoy mencapai Rp10,1 triliun, ditopang peningkatan pendapatan operasional sebesar 17,3% yoy. Pertumbuhan pendapatan operasional didukung oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 14,1% yoy menjadi Rp13,7 triliun dan pendapatan operasional lainnya yang naik 25,5% yoy menjadi Rp5,9 triliun. Sementara itu, beban operasional tumbuh 17,2% yoy.

Jahja mengatakan, laba bersih triwulan I-2020 mendorong posisi permodalan BCA dengan rasio kecukupan modal (CAR) tetap kokoh sebesar 22,5%. Rasio NPL terjaga pada level yang rendah di 1,6% pada akhir Maret 2020, sementara beban provisi meningkat 121,9% yoy sejalan dengan antisipasi terhadap tantangan pelemahan kualitas kredit.

"Rasio pengembalian terhadap aset (ROA) sebesar 3,2%, sementara rasio pengembalian terhadap ekuitas (ROE) sebesar 15,6%," tuturnya.