https://awsimages.detik.net.id/visual/2020/05/27/7d8aac90-c22f-4d4b-8a0d-ec5df5f72cd7_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: Salah seorang prajurit TNI bertugas mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan di AEON Mall, Tangerang Selatan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

'Kehadiran TNI di Mal Cs Bukan untuk Menimbulkan Ketakutan'

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo buka-bukaan perihal perintah Presiden Joko Widodo kepada TNI/Polri untuk membantu pembinaan kepada masyarakat jelang new normal. Menurut Doni, keberadaan TNI/Polri yang diterjunkan khusus di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang sudah memutuskan memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak perlu disikapi berlebihan.

"Kehadiran TNI dan Polri di tempat-tempat publik bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, bukan untuk menimbulkan ketakutan, tetapi semata-mata membantu masyarakat satu sama lainnya, mengingatkan satu sama lainnya, agar masyarakat betul-betul taat dan patuh kepada protokol kesehatan," kata Doni dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden, Rabu (27/5/2020).

Ia menjelaskan, pandemi Covid-19 belum akan berakhir. Oleh karena itu, Doni mengajak semua pihak mempersiapkan diri.


"Bapak presiden mengatakan tidak boleh kendor. Oleh karenanya kita harus bisa adaptif dengan Covid-19. Kita tetap harus menjaga tidak terpapar tetapi kita juga tetap harus mampu beraktivitas," katanya.

Dalam sesi tanya jawab, Doni mengatakan, dalam menjalankan tugas, TNI/Polri akan mengedepankan persuasif. Namun, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan ada masyarakat yang 'ngeyel'.

"Potensi-potensi ini akan timbul tapi panglima menekankan pendekatan persuasif komunikatif termasuk dari polisi dan kita harapkan masyarakat memiliki disliplin pribadi," ujar Doni.

Lebih lanjut, dia mengatakan, ujung tombak penanganan Covid-19 adalah masyarakat. Oleh karena itu, apabila ada masyarakat yang 'ngeyel', maka akan diarahkan ke petugas keamanan mal maupun tempat publik lain.

"Jadi kita yakin ketegangan tidak terjadi. Semua sabar. Jangan hanya persoalan sepele menunjukkan ketegangan. Indonesia adalah bangsa yang menghargai aturan," kata Doni.

Kemarin, Jokowi mengungkapkan, prajurit TNI dan anggota Polri akan disebar ke titik-titik keramaian untuk senantiasa mengingatkan masyarakat dalam menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan. Hal itu merupakan bagian dari kesiapan prosedur tatanan baru atau new normal di sarana publik. Demikian disampaikan Jokowi via akun Instagramnya, Selasa (26/5/2020).

"Sebagai kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik, mulai hari ini para anggota TNI dan Polri akan disebar ke titik-titik keramaian untuk senantiasa mengingatkan masyarakat dalam menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan," ujarnya.

Untuk itu, Jokowi meninjau salah satu sarana publik di Jakarta, yaitu Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (26/5/2020) pagi. Turut mendampingi Jokowi antara lain Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

"Masyarakat yang memasuki titik-titik keramaian seperti mal, pasar, atau stasiun harus lebih disiplin untuk mengikuti protokol kesehatan tersebut," kata Jokowi.

"Pelaksanaan pendisiplinan masyarakat ini tidak hanya digelar di Jakarta, tapi pada 1.800 obyek di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota," lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)