https://awsimages.detik.net.id/visual/2019/10/18/3c6b3fd9-c19b-4a33-9e98-f5dfd74de848_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: PM India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping, di Wuhan China, 28 April 2018/India's Press Information Bureau/Handout via REUTERS

Bahaya Nih! China Kini Ribut dengan India, Soal Apa?

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik terus terjadi antara China dengan sejumlah negara. Belum selesai dengan Australia dan AS, kini China harus bersitegang dengan India.

Sebagaimana ditulis Reuters, kebuntuan di perbatasan Himalaya menjadi penyebab. Kedua negara meningkatkan penjagaan militer di lembah Galwan, di dataran tinggi Ladakh seraya menuduh satu sama lain melakukan pelanggaran.

Sebelumnya area ini sudah disengketakan. Bahkan di 1962 perang sempat terjadi antara China dan India.

Dari pantauan Reuters, sekitar 80 hingga 100 tenda pasukan bermunculan di sisi China. Sedangkan di sisi India, para pejabat sudah mulai membahas secara intensif perkembangan yang terjadi di ibu kota Ladakh, Leh, dan New Delhi.

Menurut mantan pejabat militer India, pembangunan jalan dan jalur udara oleh India menjadi penyebab. India membangun jalan di lembah Galwan yang menghubungkannya ke pangkalan udara Daulat Beg Oldi.

China menduga pembangunan infrastruktur yang dilakukan India di sepanjang line of actual control (LAC) berbahaya. Terutama untuk kawasan Aksai Chin yang jadi bagian China, yakni provinsi Xinjiang dan Tibet.

Di India, pembangunan 66 ruas jalan hingga 2022 memang menjadi fokus Perdana Menteri Mohdi. Sebelumnya infrastruktur wilayah itu cukup tertinggal.

Sementara itu, dikutip dari Hindustan Times, pejabat senior India mengeluarkan komentar keras pada China, setelah rapat yang diadakan dengan PM Mohdi. Ia mengatakan ini sikap ingin mendominasi yang ditunjukkan China.

"Dari Australia ke Hong Kong ke Taiwan ke Laut Cina Selatan ke India dan sampai ke AS, Cina yang menatap dunia untuk mendominasi dengan segala cara," katanya, dikutip Rabu (27/4/2020).

Seorang perencana keamanan nasional di pemerintah India mengatakan China khawatir jalan yang dibangun akan meningkatkan kapasitas India di wilayah itu. Jika proyek diblokir, maka tentara India akan bergantung pada suplai dari udara karena sulitnya rute darat.

Sementara itu, belum ada komentar dari China. Namun dalam suatu kesempatan, China sempat mengatakan ingin perdamaian dan stabilitas di perbatasan.

"China berkomitmen menjaga keamanan kedaulatan teritorial nasionalnya, serta perdamaian dan stabilitas di kawasan perbatasan India-China," kata kantor Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.

"Saat ini situasi keseluruhan di perbatasan stabil dan terkendali ... Kedu belah pihak mampu menyelesaikan masalah dengan dialog dan konsultasi."

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)