https://awsimages.detik.net.id/visual/2020/04/28/1c2b1317-88f1-489e-8a76-b4a3b558dd81_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: Suasana PSBB di Kota Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu (detikOto/Esti Widiyana)

Terungkap! Ini Alasan Jokowi 'Pelototi' Jatim Soal Covid-19

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo menugaskan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintah provinsi Jawa Timur. Dukungan itu dipicu oleh peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jatim, khususnya di Kota Surabaya, yang signifikan.

Berdasarkan data Pemprov Jatim, kasus konfirmasi positif mencapai 3.943. Dari jumlah itu, sebanyak 506 sembuh dan 301 meninggal. Khusus untuk Surabaya, kasus konfirmasi positif mencapai 2.118 kasus.

Menurut Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, ada sejumlah klaster penularan Covid-19 di Jatim antara lain Jamaah Tabligh Gowa hingga pabrik rokok milik PT HM Sampoerna Tbk.


"Kita optimalkan bagaimana kontak erat masyarakat dan positif Covid-19 bisa dilaksanakan pelacakan dan jadi prioritas Jatim. Ibu gubernur (Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa) sangat ulet untuk melakukan upaya-upaya memutus mata rantai penularan," kata Doni dalam keterangan pers usai ratas bersama Presiden, Rabu (27/5/2020).

"Dibantu unsur TNI dan Polri, kami yakin Pemprov Jatim akan dengan sangat cepat mengatasi masalah ini," lanjutnya.

Eks Panglima Kodam Siliwangi ini bilang, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pun telah memberangkatkan dua mobile BSL 2 untuk membantu laboratorium di Jatim. Gugus Tugas juga menyiapkan RS darurat di sejumlah titik.

"Kita harapkan dengan bertambahnya jumlah rumah sakit tambahan ini rumah sakit darurat ini maka warga kita yang mengalami sakit di Jawa Timur bisa mendapatkan perhatian yang memadai," kata Doni.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara beruntun meminta jajarannya untuk memberikan perhatian lebih kepada provinsi Jawa Timur yang masih memiliki angka penularan virus corona baru penyebab Covid-19 yang tinggi.

Dalam rapat terbatas tentang persiapan pelaksanaan protokol tatanan normal baru, Jokowi sempat menegaskan bahwa akan menerjunkan bala bantuan lebih di provinsi tersebut untuk mengendalikan wabah Covid-19.

Setelah itu, pada rapat terbatas tentang percepatan penanganan pandemi Covid-19, Rabu (27/5/2020), kepala negara kembali membahas provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu.

"Saya ingin gugus tugas dan kementerian fokus pada provinsi yang memiliki kasus barunya cukup tinggi. Di Jawa dibantu, diberikan dukungan penuh untuk provinsi Jawa Timur," kata Jokowi.

Ia meminta jajarannya untuk memperhatikan betul kecepatan pengujian sampel, hingga pelacakan terhadap masyarakat yang terpapar Covid-19 di wilayah tersebut. Tujuannya agar tidak terjadi penyebaran wabah secara masif.

"Ini pak menkes (Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto), juga ketua Gugus Tugas (Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo) betul-betul dilakukan pengendalian," ujar eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Tak hanya Jawa Timur, Jokowi juga turut memberikan perhatian kepada sejumlah daerah yang dianggap masih memiliki kurva tinggi. Mulai dari Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Papua, hingga Nusa Tenggara Barat.

"Kemudian target uji spesimen. 10 ribu per hari yang sudah saya berikan agar dikejar sehingga betul-betul ada sebuah kecepatan," kata Jokowi.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)