https://awsimages.detik.net.id/visual/2018/02/06/9384187c-a3d4-4a85-99b6-82f8dc6e3b87_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Heroik! Terombang-ambing di Zona Merah, IHSG Ditutup Hijau

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini (26/5/20) berhasil berbalik arah ke zona hijau di level 4.641,55 atau kenaikan sebesar 0,31%.

Penurunan IHSG pagi ini memang disebabkan oleh semakin meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China menyusul konflik yang terjadi di Hong Kong terlepas dari banyaknya sentimen positif lain dari pasar global, hal ini yang menyebabkan IHSG pada sesi 2 pelan-pelan mencoba merangkak naik ke zona hijau.

Laporan Bloomberg News mengatakan AS sedang mempertimbangkan sanksi terhadap perusahaan dan pejabat China atas situasi di Hong Kong.

Laporan itu dikeluarkan setelah Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Robert O'Brien, mengatakan AS kemungkinan akan menjatuhkan sanksi terhadap China jika Beijing menerapkan undang-undang keamanan nasional yang akan memberinya kontrol lebih besar atas Hong Kong yang otonom.

Presiden AS Donald Trump sendiri mengeluarkan pernyataan pada Selasa (26/05/20) kemarin bahwa dia sedang menyiapkan balasan dalam minggu ini untuk undang-undang baru mengenai keamanan Hong Kong yang akan dikeluarkan China.

Sementara sentimen positif muncul dari bursa saham Amerika Serikat (AS) yang dibuka setelah libur veteran day, Wallstreet pada perdagangan Selasa kemarin (26/05/20) terpantau naik. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) terapresiasi 2,17%, Nasdaq naik 0,17%, dan S&P 500 terbang1,23%.

Macy sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang department store AS mengatakan dalam sebuah memo bahwa pihaknya melihat terjadinya lonjakan pelanggan yang lebih tinggi di beberapa toko yang telah dibuka kembali. Kenaikan ini bahkan lebih tinggi daripada yang diantisipasi. Macy dikabarkan membuka kembali 68 toko pada 4 Mei dan secara bertahap membuka cabangnya yang lain.

"Kami telah melihat permintaan yang lebih besar dari yang kami harapkan, dengan rata-rata permintaan sekitar 50% [lebih tinggi] dibandingkan tahun 2019. Sementara kami terus bekerja dengan stok yang berlebih, kami memperkirakan bahwa margin kotor pada tahun fiskal 2020 relatif terhadap tahun fiskal sebelumnya akan menjadi yang terendah pada kuartal dua nantinya, tetapi akan mengalami perbaikan ke depannya," kata memo itu.

Bursa saham yang berapi-api juga memantik Presiden AS Donald Trump ikut berkomentar melalui cuitannya di media sosial twitter. Dalam cuitannya Trump akan mendorong kembali dibukanya perekonomian. Bahkan saking optimisnya, sampai-sampai mantan taipan properti AS itu mengatakan tahun depan akan menjadi tahun yang terbaik.

"Pasar Saham melesat TINGGI, DOW melampaui 25.000. S&P 500 lebih dari 3000. Negara harus segera membuka kembali ekonominya. Transisi menuju kejayaan telah dimulai, lebih cepat dari jadwal. Akan ada pasang surut, tetapi tahun depan akan menjadi salah satu yang terbaik!" begitu cuitnya.

Sedangkan Indeks kontrak berjangka Dow Jones di AS, Dow Futures terpantau naik sebesar 0,84%.

Investor juga sedang mencermati perkembangan terbaru terkait kandidat vaksin corona. Selain Moderna, Novavax, Cansino Biologics dan AstraZenecca, perusahaan farmasi AS yang bermarkas di New Jersey, Merck juga tengah mengembangkan kandidat vaksin corona.

Pada Selasa (26/5/2020) waktu AS, Merck mengumumkan bahwa pihaknya memiliki dua kandidat vaksin corona yang potensial dan akan memulai uji coba pada manusia.

Dengan semakin banyaknya kandidat vaksin yang masuk pipeline uji klinis, tentu ini jadi kabar baik untuk pasar hari ini. Mengacu pada data WHO, sampai saat ini sudah ada 10 calon vaksin corona yang tengah menjalani fase evaluasi klinis. Sementara itu di saat yang sama ada 114 kandidat lain masih berada di fase preklinis.

Terlepas dari kenaikan ini, Investor asing tetap mencatatkan aksi jual bersih sebanyak Rp 171 miliar di pasar reguler hari ini.Saham yang paling banyak dijual asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang sahamnya dijual bersih asing sebanyak Rp 118 miliar yang menyebabkan TLKM terkoreksi sebesar 2,46% ke level harga Rp 3.170/saham.

Sedangkan bursa Asia dipantau bervariatif, Hang Seng Index Hong Kong turun sebesar 0,36%,Nikkei Jepang terapreasi sebesar 0,70%, sedangkan STI Singapore turun sebesar 0,59%,

TIM RISET CNBC INDONESIA

(trp/trp)