Memulai Normal yang Baru, Pendisiplinan Protokol Kesehatan Dipacu

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/05/26/db2f04cc-7fb8-490c-a650-33236462a345_169.jpeg?w=700&q=90
Presiden Jokowi. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Jakarta -

Pemerintah RI mulai mempersiapkan wacana penerapan new normal. Pendisiplinan protokol kesehatan pun dipacu agar angka kasus COVID-19 tetap bisa ditekan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemarin mulai melakukan pengecekan ke dua lokasi untuk memastikan penerapan normal. Pertama, Jokowi meninjau Stasiun MRT Bundaran HI, kemudian melakukan pemantauan di Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat.

Saat di Stasiun MRT Bundaran HI, Jokowi mengatakan salah satu upaya untuk menekan penyebaran Corona yakni akan menerjunkan aparat TNI-Polri secara lebih masif. Para aparat bakal ditugaskan mendisiplinkan masyarakat di lapangan.

Jokowi mengatakan saat ini skala R0 atau nomor reproduksi dasar virus Corona di beberapa provinsi sudah di bawah 1. Dia berharap nantinya pendisiplinan terhadap masyarakat dapat memacu R0 semakin turun.

"Kita melihat R0 dari beberapa provinsi sudah di bawah 1 dan kita harapkan akan semakin hari semakin turun dengan digelarnya pasukan TNI dan Polri di lapangan secara masif," ujar Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020).

Pendisiplinan secara masif ini akan digelar di 4 provinsi serta 25 kabupaten/kota. Empat lokasi yang bakal menjalankan dimulainya pendisiplinan serentak tahap pertama, antara lain DKI Jakarta, khususnya di Bundaran HI, kemudian di wilayah Bekasi, berikutnya adalah Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo.

Pendisiplinan protokol kesehatan akan dilakukan di 4 provinsi, 25 kabupaten/kota, dan 1.800 objek. Objek tersebut meliputi mal-mal, pasar-pasar rakyat, dan tempat pariwisata.

Masyarakat diminta selalu menjalankan protokol kesehatan penanggulangan COVID-19, yakni mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Setelah meninjau Stasiut MRT, siang harinya Jokowi ke Summarecon Mall Bekasi. Jokowi mengaku ingin memastikan mengenai penerapan normal yang baru atau new normal di kawasan itu.

Jokowi menekankan lagi, jajaran TNI dan Polri akan berada di lapangan langsung. TNI dan Polri diminta mendisiplinkan publik untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Kita ingin TNI Polri ada di setiap keramaian-keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan yang telah kita sepakati lewat PSBB," kata Jokowi.

Dalam memutuskan daerah mana yang bisa memulai new normal (kenormalan baru), Jokowi mengaku mengacu pada angka penyebaran COVID-19 dan kurva Corona. Bila angka R0 lebih kecil dari 1, itu artinya penyebaran virus Corona aman. Namun, apabila angka R0 lebih besar dari 1, penularan masih terjadi.

"Seperti di Bekasi ini sudah di bawah 1, sudah bagus," kata Jokowi.

Pendisiplinan protokol kesehatan penanggulangan COVID-19 dimulai. Kehidupan new normal mensyaratkan berjalannya protokol kesehatan secara disiplin, supaya masyarakat tetap bisa bekerja produktif namun tanpa risiko penularan COVID-19 yang tinggi. Protokol kesehatan meliputi rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, hingga memakai masker.

(idn/idn)