https://statik.tempo.co/data/2020/02/10/id_913930/913930_720.jpg
Pekerja memakai masker saat menuruni eskalator di sebuah pusat perbelanjaan, saat negara itu dilanda wabah virus corona di Beijing, Cina 5 Februari 2020. Sejumlah kota-kota besar di Cina menjadi sepi layaknya kota hantu. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Mal Buka Lagi, Pengelola Prediksi Pengunjung Tinggal 40 Persen

by

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DKI Jakarta Ellen Hidayat memperkirakan jumlah pengunjung mal pada masa New Normal, mulai 5 Juni 2020 mendatang, akan di bawah jumlah sebelum Covid-19 merebak.

Pasalnya, jumlah itu masih terpengaruh kebijakan physical distancing yang diterapkan selama pandemi ini. "Proyeksi kami sekitar 30 hingga 40 persen traffic pengunjung untuk saat awal New Normal sudah bagus," ujar Ellen dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei 2020.

Kendati mengalami penurunan kunjungan ketimbang sebelumnya, ia menilai kondisi tersebut lebih baik daripada mal tidak dibuka kembali. Ia khawatir kalau mal tidak dibuka kembali maka semua bisnis terkait dan terdampak akan kolaps.

Pada awal pembukaan kembali mal pun Ellen memperkirakan baru sebagian tenant yang siap buka. Pasalnya, beberapa pelapak belum bisa buka lantaran terkendala kesiapan karyawan. "Mungkin secara bertahap tenant juga akan mulai buka, dibutuhkan juga perputaran produk bagi retailer atau tenant."

Saat ini tercatat setidaknya ada 67 mal anggota APPBI yang akan buka pada 5 Juni 2020 dan 6 pusat perbelanjaan pada 8 Juni 2020. Adapun 7 mal anggota asosiasi lainnya belum melaporkan kepada APPBI kapan akan buka kembali. Adapun total jumlah anggota APPBI DKI adalah 80 pusat belanja yang tersebar di lima wilayah, yaitu Jakarta Utara, Timur, Barat , Selatan dan Pusat.

Ellen mengatakan waktu operasi pada awal mula mal dibuka kembali akan diserahkan kepada masing-masing pengelola mal. Sebab, setiap pusat belanja dapat menyesuaikan dengan target pasarnya masing-masing. "Misalnya saja jam buka 11.00 – 20.00 WIB ataupun lainnya, untuk hal ini kami serahkan kepada para pengelola mal sembari dilakukan pemantauan dari hari ke hari," kata dia.

Lebih jauh Ellen menjelaskan alasan para pengelola ingin mal bisa beroperasi lagi pada Jumat, 5 Juni 2020. Ia mengatakan keuangan para pengelola pusat perbelanjaan dan peretail atau tenant sudah seret setelah hampir dua bulan mal di Ibu Kota mati suri akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

"Dampak yang berat dengan penutupan mal karena PSBB menyebabkan semua pengelola pusat belanja dan retailer atau tenant mengalami kesulitan finansial, terutama kesulitan cashflow," ujar Ellen.

Kondisi tersebut, kata dia, secara langsung menimpa karyawan yang sudah tidak bekerja dan tidak mempunyai tabungan lagi untuk menghidupi keluarganya. Karena itu, Ellen menuturkan ada dorongan dari para peretail, khususnya pelaku Usaha Kecil dan Menengah, yang meminta mal segera dibuka kembali.

"Selain itu, dengan dibukanya Mall kembali maka akan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian Nasional dan meningkatkan ketahanan bangsa Indonesia," kata Ellen.

Keyakinan para pengelola untuk membuka kembali pusat perbelanjaan di Jakarta pada 5 Juni mendatang juga ditunjang oleh terbitnya surat keputusan dari Menteri Kesehatan dan berakhirnya PSBB DKI yang rencanannya pada 4 Juni 2020. Di samping itu juga ada imbauan dari pemerintah untuk berani dan mulai menghadapi Covid-19.