https://foto.wartaekonomi.co.id/files/arsip_foto_2020_05_27/panorama_group_142958_big.jpg

Aktivitas Bisnis Mulai Berjalan, Panorama Sewakan Bus dengan Protokol Kesehatan

by

WE Online, Jakarta - Wabah virus corona 2019 (Covid-19) masih berlangsung di beragam belahan dunia, termasuk Indonesia. Hal ini berakibat banyaknya pemberlakuan pembatasan-pembatasan aktivitas demi menekan laju penyebaran pandemi. Namun demikian, pembatasan ini mengakibatkan lumpuhnya sektor-sektor usaha yang dapat berimbas pada perekonomian nasional yang negatif.

Dengan memerhatikan kondisi setiap wilayah dan data penyebaran kasus Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan melonggarkan pembatasan sehingga diharapkan dapat memberikan kontraksi positif perekonomian yang sempat stagnan akibat turunnya daya beli masyarakat khususnya di sektor jasa dan perdagangan. Faktor keamanan dan kesehatan menjadi jalan agar perekonomian dapat kembali berjalan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di simpul-simpul aktivitas bisnis dan industri karena dengan mematuhi protokol kesehatan inilah laju penyebaran Covid-19 dapat dikurangi.

Baca Juga: Bisnis Sewa Perkantoran Makin Terpuruk di Kuartal II

Peraturan Kemenkes No. HK.01.07/Menkes/328/2020 mengenai Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dilatarbelakangi dengan pemikiran bahwa dunia kerja tidak dapat selamanya dilakukan pembatasan karena roda perekonomian harus tetap berjalan. Dengan begitu, sudah selayaknya perusahaan melakukan protokol demi menjaga lingkungan kerjanya tetap dalam kondisi aman, sehat, dan nyaman bagi semua.

Kesehatan di lingkungan kerja tentunya investasi yang tidak dapat diukur secara material saja, tetapi juga menjadi modal bagi kelangsungan usaha. Oleh karenanya, sudah selayaknya proteksi dilakukan mulai dari lingkungan luar kantor di mana potensi penyebaran virus dapat lebih mudah karena kemungkinan terjadinya penumpukan manusia, seperti di terminal bus, halte, stasiun KRL/MRT. Hal ini juga disebutkan dalam Permenkes di atas untuk para pekerja tidak menggunakan transportasi publik.

Panorama Group melalui 2 unit usaha yaitu Panorama Destination dan White Horse yang memiliki armada transportasi darat telah menyiapkan program khusus antar-jemput karyawan dengan protokol kesehatan. Kedua unit usaha ini selama dua bulan terakhir telah melayani tenaga medis Covid-19 sebagai shuttle dari hotel rujukan ke rumah sakit Covid-19.

"Kedua unit usaha ini telah paham betul bagaimana menangani pelanggan dengan protokol kesehatan karena sudah mendapatkan pelatihan langsung dari Kementerian Kesehatan saat program antar-jemput tenaga medis dimulai 2 bulan lalu," ujar AB Sadewa, VP Brand & Communications Panorama Group, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (27/4/2020).

Program penjemputan tenaga medis telah berjalan selama 2 bulan dan merupakan kerja sama antara Panorama Group dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Protokol kesehatan kami lakukan saat pre-during-post. Jadi, kru kami pun juga dicek kesehatannya dan memakai masker begitu pula bus juga dalam kondisi telah dibersihkan dengan disinfektan sebelum penjemputan pagi ataupun sore saat penjemputan karyawan pulang dari kantor," ungkap Andrianto Tirtawisata, Direktur White Horse Group.

Senada dengan White Horse Group, Panorama Destination juga melakukan protokol yang sama demi memastikan keamanan, kebersihan dan kesehatan awak, penumpang, serta unit-unit bus penjemput. Seluruh unit bus Panorama Group telah membuat protokol seperti physical distancing dengan duduk secara longkap di dalam bus, pengecekan suhu awak dan penumpang saat sebelum masuk bus, pembersihan interior kendaraan dengan disinfektan, penggunaan masker bagi awak dan seluruh penumpang, serta pemakaian hand sanitizer saat memasuki kabin bus.