Geger Anak Alami Gangguan Jiwa Ancam Bunuh Ibunda

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2015/08/07/ee5711ef-e911-45b4-8c03-0f958db2a558_169.jpg?w=700&q=90
Foto Ilustrasi (Thinkstock)

Jakarta -

Seorang pemuda di Kramat Jati, Jakarta Timur, membuat heboh di media sosial. Ia mengancam akan membunuh sang ibunda saat melakukan siaran langsung (live) di akun jejaring sosial Facebook 'Pras Setio'.

Video itu pun beredar viral di media sosial. Aparat Polres Jakarta Timur turun tangan menyelidiki kasus itu.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo menyebut pihaknya sudah mengecek ke lokasi kejadian. Pemuda tersebut sudah diamankan dan dibawa ke rumah sakit jiwa di Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Bukan ditangkap, tapi dibawa ke RS jiwa tadi siang," kata Heri kepada detikcom, Selasa (26/5/2020).

Sebuah video beredar viral di media sosial yang menarasikan seorang pria mengancam ibu dan keluarga di Kramat Jati, Jakarta Timur. Pelaku disebut-sebut mengancam ibu dan keluarganya saat melakukan live Facebook.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo menyebut pihaknya sudah mengecek ke lokasi kejadian. Pemuda tersebut sudah diamankan dan dibawa ke rumah sakit.

"Bukan ditangkap, tapi dibawa ke RS jiwa tadi siang," kata Heri kepada detikcom, Selasa (26/5).

Heri menyebut pelaku mengalami gangguan jiwa dan sudah dibawa ke rumah sakit jiwa.

"Iya sakit jiwa," kata Heri.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardiyan menyampaikan bahwa sebelum kejadian itu, pelaku juga pernah menganiaya ibunda.

"Pelaku pernah melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya dengan cara memukul pundak dengan menggunakan tangan kosong pada April 2020," jelas Kapolres Jaktim Kombes Arie Ardiyan dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (26/5).

Arie menyebutkan pelaku adalah orang berkebutuhan khusus dan mengalami gangguan jiwa sejak duduk di bangku SMP.

"Pelaku sejak kecil sudah mengalami keterbelakangan mental dan mengalami gangguan jiwa sejak kelas I SMP (Paket B tahun 2014)," imbuh Arie.

Hanya, selama ini pelaku tidak pernah dirawat inap. Pelaku hanya rawat jalan di rumah sakit jiwa.

"Yang bersangkutan tidak pernah dirawat dan hanya berobat jalan ke Klinik Restu Ibu, Kampung Dukuh, dan RS Jiwa Klender, Duren Sawit," katanya.

Terakhir, pelaku berobat ke Klinik Restu Ibu dan dirujuk ke RSJ Klender pada 12 Juni 2019.