https://foto.wartaekonomi.co.id/files/arsip_foto_2020_05_27/twitter_124055_big.jpg

Weleh-weleh! Cuitan Trump Jadi Cuitan Presiden Pertama yang Kena Cek Fakta Twitter

by

WE Online, Jakarta - Twitter belakangan ini melakukan pengecekan fakta untuk memverifikasi sebuah cuitan dengan fakta yang ada. Hal itu dilakukan dengan menggandeng tim pengecek fakta dan media-media yang kredibel sebagai sumber.

Langkah itu sebelumnya dilakukan untuk meminimalisasi hoaks yang beredar tentang Covid-19. Namun, siapa yang sangka, dalam penjaringan tim pengecek fakta, orang nomor satu dari negeri paman Sam ikut terjaring.

Baca Juga: Setelah Corona Selesai, Miliarder Twitter Bakal Fokus Donasi untuk Pendidikan Anak Perempuan

Dilansir dari TheVerge (27/5/2020), pada hari Selasa, Twitter memberi label dua tweet yang dibuat Presiden Donald Trump sebagai cuitan yang disebut sebagai pernyataan palsu. Cuitan Trump berisi tentang pemungutan suara lewat surat yang ia sebut "berpotensi menyesatkan".

Ini adalah pertama kalinya Twitter memeriksa fakta dari cuitan presiden.

Pengguna Twitter dapat melihat label yang diberikan tim pengecek fakta Twitter di bawah cuitan Presiden Trump. Di bawah cuitannya, dapat terlihat tulisan berwarna biru yang diawali dengan tanda seru, kemudian diikuti tulisan berbunyi Get the facts about mail-in ballots.

Menurut juru bicara Twitter dikutip dari TheVerge, tweet itu "berisi informasi yang berpotensi menyesatkan tentang proses pemungutan suara dan telah dilabeli untuk memberikan konteks tambahan di sekitar surat suara."

Tentu, Presiden Amerika Serikat ke-45 itu menyadari apa yang dilakukan Twitter. Masih melalui Twitter, Trump mengungkapkan kekesalannya dengan menyebut sumber berita yang digunakan Twitter untuk mengecek fakta sebagai penyebar berita bohong.

"Twitter betul-betul mencederai kebebasan berpendapat, dan saya, sebagai Presiden, tidak akan membiarkan hal ini," ujar Trump dalam cuitan terbarunya.