https://foto.wartaekonomi.co.id/files/arsip_foto_2016_12_03/ekonomi_bisnis_2016_12_03_094717_big.jpg

Tutup Operasional 7 Pabrik, Indocement Prediksi Covid-19 Akan Sebabkan Penurunan Pendapatan Usaha

by

WE Online, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang hingga kini berlangsung diakui tidak berdampak secara langsung terhadap kelangsungan usaha PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Melalui keterangan tertulis, manajemen INTP memperkirakan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menahan laju penyebaran Covid-19 bisa saja menyebabkan penurunan pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Gara-Gara Covid-19, Indocement Pangkas Capex dari Rp1,4 Triliun Jadi. . . .

Direktur & Corporate Secretary INTP, Oey Marcos, mengatakan bahwa saat ini dampak yang paling terasa adalah adanya penutupan operasional tujuh dari tiga pabrik milik INTP yang beroperasi di Citeureup. Sejumlah unit operasional entitas anak juga turut mengalami permintaan sebagai dampak adanya penerapan PSBB di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga: Semangat New Normal Ala Jokowi vs Perang Dingin Ala AS-China: Rupiah Jadi Maju-Mundur Lawan Dolar AS

"INTP hanya menjalankan satu sampai dengan tiga pabrik dari sepuluh pabrik yang ada di Citeureup. Sampai dengan saat ini, kontribusi pendapatan dari pabrik yang berhenti operasional adalah <25% dari total pendapatan konsolidasi tahun 2019," jelasnya dalam keterbukaan informasi, Jakarta, Rabu (27/05/2020).

Pihak manajemen memperkirakan, penghentian operasional tersebut akan berlangsung selama satu hingga tiga bulan ke depan dan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan pasar secara umum.