Tak Ada Penambahan Kasus Baru, Kota Tasik Disebut Sudah Lewati Puncak Covid-19

by
https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/05/26/1180861/670x335/tak-ada-penambahan-kasus-baru-kota-tasik-disebut-sudah-lewati-puncak-covid-19.jpg
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Hingga H+2 lebaran atau Selasa (26/5), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya tak menemukan penambahan kasus positif. Hingga saat ini, jumlah pasien positif di Kota Tasikmalaya tercatat 47 orang, dimana jumlah tersebut sama dengan sebelum lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan bahwa pihaknya memang sudah memprediksi bahwa fase puncak pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya terjadi sepekan sebelum lebaran.

"Angka penambahan kasus pasien positif ketika itu melonjak cukup signifikan, dimana dalam sepekan ditemukan 10 kasus baru di Kota Tasikmalaya. Kita sudah sampaikan, seminggu sebelum hari raya akan memasuki fase puncak di Kota Tasikmalaya, sebab mulai banyak yang mudik ke daerah, salah satunya Kota Tasikmalaya," kata Uus.

Jika melihat grafik, saat ini sendiri menurutnya cenderung melandai dan ia berharap agar angka tersebut bisa dipertahankan. Namunwalau begitu ia tetap mengimbau agar warga selalu menerapkan anjuran pemerintah, mulai sosial dan physical distancing hingga penggunaan masker.

Uus mengungkapkan, penambahan kasus baru masih berpotensi terjadi, apalagi saat ini masih dalam suasana Lebaran. Kebiasaan masyarakat menggelar halalbihalal dengan bersalam-salam sangat mungkin menjadi faktor yang menambah kasus positif Covid-19. "Kebiasaan itu sudah berjalan puluhan tahun dan sudah menjadi tradisi, tidak mudah untuk mengubah tradisi itu," ungkapnya.

"Meski menggelar halalhibalal, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan sehingga masyarakat dapat berdisiplin untuk memutus mata rantai Covid-19," tutupnya. [rhm]