https://asset.indosport.com/article/image/q/80/277290/peter_withe_pelatih_asing_penemu_pemain_timnas_indonesia1-169.jpg
Peter Withe adalah pelatih asal Inggris yang sempat menghadirkan perubahan signifikan di Timnas Indonesia pada tahun 2004.© INDOSPORT

Peter Withe, Pelopor Sepak Bola Modern di Timnas Indonesia

by

INDOSPORT.COMPeter Withe adalah pelatih asal Inggris yang sempat menghadirkan perubahan signifikan di Timnas Indonesia pada tahun 2004.

Sukses membawa Timnas Thailand dua kali meraih gelar juara Piala AFF, di tahun 2000 dan 2002, pelatih asal Inggris Peter Withe langsung didatangkan PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia pada tahun 2004.

Dengan catatan sukses tersebut, Peter Withe jelas langsung di hadapan ekspektasi tinggi, bukan hanya oleh PSSI namun juga oleh publik sepak bola Indonesia.

Namun menariknya, di awal kedatangan ke Timnas Indonesia, Peter Withe justru menghadirkan sebuah kehebohan. Ketika dirinya banyak memanggil pemain baru dengan usia muda untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Semakin menghebohkan, ketika dirinya secara berani mencoret penyerang yang paling diandalkan Timnas Indonesia saat itu, Bambang Pamungkas.

Dari keputusan awal itu, tergambar jelas bahwa Peter Withe adalah sosok pelatih yang galak atau tegas dalam setiap keputusan yang diambilnya. Dirinya tak pernah peduli dengan status kebintangan seorang pemain. Namun lebih kepada kualitas dan kondisi paling faktual si pemain yang bersangkutan.

Perihal pemain muda yang mendapatkan kesempatan oleh Peter Withe untuk memperkuat Timnas, ada Hamka Hamzah, Firman Utina, Mahyadi Panggabean, hingga yang paling terkenal menghebohkan saat itu, Boaz Solossa.

Menjadi sebuah kehebohan, sebab pria kelahiran Liverpool itu dengan beraninya memberikan kepercayaan kepada Boaz Solossa yang baru berusia 18 tahun dan belum memiliki klub untuk jadi andalan lini depan Timnas Indonesia di Piala AFF 2004.

Hasil terbukti, dengan tangan dingin Peter Withe, Boaz muda berhasil memaksimalkan bakat alaminya untuk mencapai sukses di Piala AFF 2004 itu. Dengan torehan empat gol, sekaligus menjadi andalan sampai Timnas Indonesia melaju ke babak final.

Sepak Bola Modern

Bukan hanya mengejutkan dengan keberaniannya dalam meilih pemain, kehadiran Peter Withe di Timnas Indonesia saat itu juga mengejutkan dengan formasi yang diterapkannya di atas lapangan.

Saat itu, di saat sepak bola Indonesia masih sangat mengandalkan formasi klasik 3-5-2, Peter Withe justru datang dengan formasi modern 4-4-2. Formasi yang sangat lazim diterapkan di sepak bola Inggris.

Keputusan yang penuh pertaruhan oleh Peter Withe itu, tak butuh waktu lama. Di Piala AFF 2004 juga Timnas Indonesia langsung dibawanya tampil lebih menyerang dengan formasi 4-4-2.

Di mana serangan banyak difokuskan pada sisi sayap, tanpa sedikitpun meninggalkan stabilitas di lini tengah. Meski akhirnya gagal meraih juara dan hanya sampai di babak final.

Meski gagal di kesempatan pertamanya, Peter Withe masih terus dipercaya hingga gelaran Piala AFF selanjutnya di tahun 2007, sayang dengan segala sikap tegasnya dan kemampuannya meracik strategi, Peter Withe tak mampu tampil lebih baik.

Timnas Indoensia tersingkir sejak fase grup dan karier Withe pun berakhir saat itu, tanpa satupun raihan gelar buat Timnas Indonesia.