https://awsimages.detik.net.id/visual/2019/09/09/8d7cc2cf-459c-4ac6-a21c-5678dad0c245_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: Infografis/ Ini Bukti

Waduh! Cuitan Trump Dicap Sesat oleh Twitter, Kenapa?

by

Jakarta, CNBC IndonesiaPresiden Amerika Serikat Donald Trump memang dikenal dengan hobi bersosial media. Trump senang mengemukakan pendapatnya, termasuk yang kontroversial, lewat akun @realDonaldTrump di Twitter.

Namun pada Selasa (26/5/2020), pihak Twitter menyebut cuitan Trump tidak berdasar bahkan sesat. Ini pertama kalinya dilakukan sosial media tersebut setelah desakan muncul sejak tahun lalu.

Twitter menargetkan dua cuitan Trump. Pertama soal pemungutan suara melalui surat suara akan menyebabkan manipulasi pemilih dan "Pemalsuan Pemilu".

Cuitan Trump itu mengarahkan ke dugaannya atas kecurangan yang terjadi di California. Ia mengatakan siapapun yang tinggal di negara bagian itu, akan dikirimi surat suara padahal sebenarnya mereka sudah dipastikan bisa pergi ke bilik suara di mana mereka terdaftar.

Di bawah cuitan Trump itu, Twitter memosting tautan yang bertuliskan "Dapatkan fakta tentang surat suara masuk". Termasuk membawa pengguna ke sebuah link berita media AS yakni CNN dan Washinton Post soal klaim Trump yang tak berdasar.

"Trump secara keliru mengklaim bahwa surat suara secara langsung akan mengarah pada 'Pemalsuan Pemilu'," tulis Twitter dikutip dari AFP. "Namun, pemeriksa fakta mengatakan tidak ada bukti bahwa surat suara yang masuk terkait dengan penipuan pemilih."

Cuitan Trump melanggar kebijakan Twitter soal informasi yang kredibel. Termasuk membatasi penyebaran informasi yang berbahaya.

Sebelumnya, Trump juga diklaim melontarkan tweet tuduhan tidak berdasar terhadap mantan politisi AS Joe Scarborough. Ini mengenai kematian seorang staf kongres beberapa tahun lalu.

"Tweet ini mengandung informasi yang berpotensi menyesatkan tentang proses pemungutan suara dan telah diberi label untuk memberikan konteks tambahan seputar surat suara," kata Juru Bicara Twitter Katie Rosborough kepada CNN Internasional. "Keputusan ini sejalan dengan pendekatan yang kami bagi awal bulan ini."

Langkah ini mendapat tanggapan marah dari Trump. Ia berujar Twitter ikut campur dalam urusan Pemilihan Presiden AS 2020.

"Twitter benar-benar mengekang "KEBEBASAN BERBICARA", dan saya sebagai presiden tidak akan membiarkan itu terjadi," katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)