https://awsimages.detik.net.id/visual/2020/03/30/1e429957-0b6a-4968-b146-3062f08b63a8_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: StayHome (Valentin Flauraud/Keystone via AP)

Sehari Naik 100 Ribu Lebih, COVID-19 Global Tembus 5,6 Juta

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sehari, kasus penyebaran virus corona (COVID-19) secara global bisa naik lebih dari 100.000 kasus. Per Rabu (27/5/2020) pukul 7:00 WIB, secara akumulatif angka terjangkit COVID-19 kini mencapai 5.678.259 kasus.

Sedangkan, dari data Worldometers, total kematian berjumlah 351.638 kasus, dan 2.426.388 pasien berhasil sembuh.

Kasus aktif, tercatat sebanyak 2.900.233. Di mana sebanyak 2.847.138 (98%) dalam situasi ringan sedang, dan 53.095 (2%) dalam kondisi kritis.

Sementara itu ada 2.778.026 kasus yang sudah selesai, dengan total 2.426.388 (87%) sembuh dan 351.638 (13%) meninggal.

Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini sudah menjalar 213 negara dan teritori, dengan 2 pelayaran internasional. Berikut 10 negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak:

1. Amerika Serikat (1.725.388 positif, 100.545 meninggal, 478.225 sembuh)
2. Brasil (392.360 positif, 24.549 meninggal, 158.593 sembuh)
3. Rusia (362.342 positif, 3.807 meninggal, 131.129 sembuh)
4. Spanyol (283.339 positif, 27.117 meninggal, 196.958 sembuh)
5. Inggris (265.227 positif, 37.048 meninggal)
6. Italia (230.555 positif, 32.955 meninggal, 144.658 sembuh)
7. Prancis (182.722 positif, 28.530 meninggal, 65.879 sembuh)
8. Jerman (181.288 positif, 8.498 meninggal, 162.000 sembuh)
9. Turki (158.762 positif, 4.397 meninggal, 121.507 sembuh)
10. India (150.793 positif, 4.349 meninggal, 64.277 sembuh)

Sementara, China Daratan yang awalnya merupakan episentrum awal penularan dengan kasus terjangkit paling tinggi di dunia, kini berada di posisi ke-14 dengan 82.992 kasus positif, 4.634 kematian, dan 78.277 pasien berhasil sembuh.

Guna menekan angka penularan penyakit ini, sejumlah negara sudah melakukan aturan-aturan ketat, seperti penguncian negara (lockdown), aturan jaga jarak (social distancing), penggunaan masker, aturan bekerja dan belajar dari rumah, hingga uji tes massal.

Walaupun begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan akan adanya potensi dan ancaman gelombang kedua (second wave) dari wabah yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019 silam. China, Korea Selatan, Iran, India, dan Jerman menjadi negara yang diprediksi akan menghadapi second wave COVID-19.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)