https://asset-a.grid.id/crop/144x17:600x314/700x465/photo/2020/05/25/1078172981.jpg
Jangan Keliru Lagi! Mana yang Harus Didahulukan, Puasa Syawal atau Bayar Utang Puasa Ramadhan? Simak Jawaban Ustaz Abdul Somad IniIG @ustadzabdulsomad_official

Jangan Keliru Lagi! Mana yang Harus Didahulukan, Puasa Syawal atau Bayar Utang Puasa Ramadhan? Simak Jawaban Ustaz Abdul Somad Ini

by

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim.

Perintah puasa sendiri telah termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 183.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."

Nah, mungkin ini adalah salah satu hal yang masih sering jadi pertanyaan di benakmu pasca lebaran?

Khususnya para wanita yang mempunyai utang puasa karena haid.

Mana yang harus lebih dulu dikerjakan? Puasa Syawal atau puasa qada bulan Ramadan?

Dilansir Grid.ID dari Tribun Ramadhan, Ustaz Abdul Somad menjawab sebuah pertanyaan dari seorang perempuan soal puasa syawal.

"Mana yang dikerjakan terlebih dahulu antara qada (bayar utang) puasa atau puasa syawal?"

Mendapat pertanyaan itu, ustaz Abdul Somad lantas menjawab bahwa yang diutamakan terlebih dahulu adalah membayar utang puasa.

"Ibu-ibu yang punya utang puasa 7 hari, maka harus dibayar dahulu baru puasa syawal 6 hari," ujarnya.

Setelah itu, ustaz Abdul Somad menjelaskan jika perempuan tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah syawal maka cukup mengganti puasa di bulan syawal, pahalanya juga mendapat seperti puasa syawal.

"Ibu-ibu kalau tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah syawal maka cukup mengganti puasa di bulan syawal. Maka ibu puasa qada di bulan syawal, otomatis pahalanya seperti puasa sunnah syawal. Niatnya cuma satu, niatnya satu, saya niat puasa qada besok hari lillahi ta'ala," jelasnya.

Terlebih jika mengganti utang puasa di hari senin, maka puasanya mendapat 3 pahala sekaligus, yaitu puasa sunnah Senin-Kamis, puasa syawal, dan puasa penggantinya lunas.

"Hal itu berlaku untuk laki-laki maupun perempuan," imbuhnya.

Adapun niat puasa syawal bagi yang ingin mengerjakannya yaitu:

Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.

Jika lupa melafalkan niat di malam hari, untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut bacaan niat jika melafalkannya di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.

Diketahui, puasa sunnah syawal memiliki sebuah keutamaan, bagi yang berpuasa Ramadan dengan sempurna lantas mengikutkan puasa 6 hari di bulan syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh.

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Itulah dalil dari jumhur atau mayoritas ulama yang menunjukkan sunnahnya puasa syawal.

(*)

Halaman Selanjutnya