Tanpa Perhitungan Matang, New Normal Bisa Picu Ledakan Covid-19

by
https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/05/25/1180566/670x335/tanpa-perhitungan-matang-new-normal-bisa-picu-ledakan-covid-19.jpg
Warga berbelanja baju Lebaran di Pasar Kebayoran Lama. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Tatanan kehidupan normal gaya baru bakal diterapkan di Indonesia. Seiring diterbitkannya surat edaran dari Menteri Kesehatan mengenai Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada situasi Pandemi.

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Muhammad Adib Khumaidi meminta pemerintah mengkaji secara mendalam rencana penerapan new normal di tengah pandemi Covid-19. Sebab, jika tidak diperhitungkan dengan matang, berpotensi terjadi ledakan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Harus dihitung dengan benar, kalau tanpa perhitungan benar bukan tidak mungkin akan terjadi lonjakan kasus yang tinggi," kata Adib saat dihubungi Merdeka.com, Senin (26/5).

Adib juga mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan panduan khusus bagi semua pihak, termasuk masyarakat. Panduan ini berisi tentang perilaku masyarakat untuk memasuki masa new normal.

"Perilaku seperti apa? Kedisiplinan terhadap imbauan pemerintah, kedisiplinan menjaga kesehatan, kedisiplinan physical distancing, kedisiplinan memakai masker," jelasnya.

Setelah menyiapkan panduan, pemerintah harus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat mulai memahami dan belajar menerapkan kedisiplinan tersebut.

IDI belum bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk menerapkan new normal. Sebab, memulai new normal membutuhkan evaluasi secara matang mengenai penyebaran kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Saya tidak bisa menentukan waktunya kapan karena itu nanti melihat dari peta atau angka penyebaran yang saat ini terjadi," katanya. [noe]