https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x465/photo/2019/12/26/2013371483.png
Memasak nasi dengan rice cooker atau magic com.Business Insider

Demi Penghematan, Amankah Memanaskan Nasi Kembali? Ini Jawabannya!

by

Intisari-Online.com – Ada kepercayaan umum bahwa Anda tidak boleh memanaskan nasi. Namun, ini tidak benar.

Dimungkinkan untuk memanaskan kembali nasi, tetapi orang harus mengambil tindakan pencegahan untuk memastikannya aman untuk dimakan.

Nasi lebih bermasalah daripada beberapa makanan sisa lainnya karena mungkin mengandung bakteri yang disebut Bacillus cereus, yang bertahan dari beberapa proses memasak.

Bakteri ini sering menjadi penyebab keracunan makanan karena nasi yang dipanaskan atau dimasak.

Keracunan makanan biasanya menyebabkan diare dan muntah dan dapat menyebabkan komplikasi parah pada orang dengan masalah kesehatan lainnya.

Jika orang tidak mengikuti pedoman keamanan makanan dengan benar, bakteri dapat tumbuh dengan sisa beras dan membuat orang sakit.

Namun, menangani makanan dengan benar dapat mencegah penyakit.

Jika seseorang mengikuti pedoman keamanan pangan, mereka dapat memanaskan ulang beras tanpa risiko.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menguraikan cara paling aman untuk memasak, menyimpan, dan memanaskan kembali makanan, termasuk beras, dengan benar.

Setiap langkah berikut akan memastikan bahwa beras yang dipanaskan kembali memiliki risiko rendah membuat orang sakit:

1. Cuci tangan dengan baik

Selalu cuci tangan sampai bersih sebelum menyiapkan dan memasak makanan. Pisahkan peralatan yang menyentuh produk hewani mentah.

2. Masak nasi dengan benar

Saat memasak nasi, pastikan sudah mencapai suhu tinggi. Jauhkan dari zona bahaya, antara 4 – 60 derajat Celcius, tempat bakteri tumbuh dengan cepat.

Sajikan nasi segera setelah dimasak, melansir dari medicalnewstoday.

3. Dinginkan sisa makanan dengan cepat

Untuk lebih mengurangi pertumbuhan bakteri, dinginkan makanan dengan cepat dengan:

Membagi makanan menjadi wadah makanan dangkal dan menutupnya dengan tutup.

Menempatkan makanan panas langsung ke lemari es atau freezer. Risotto atau paellas akan membeku lebih baik daripada nasi putih.

Jangan meninggalkan nasi atau makanan panas selama lebih dari 1 jam.

4. Simpan sisa makanan dengan benar

USDA merekomendasikan hanya menyimpan sisa makanan untuk periode tertentu:

- Buang sisa kulkas setelah 3 hingga 4 hari.

- Buang sisa freezer setelah 3 hingga 4 bulan.

Simpan makanan pada suhu yang aman. Menurut USDA, suhu kamar adalah 32 derajat Celcius, yang merupakan suhu ideal bagi bakteri untuk tumbuh. Bakteri tumbuh dengan cepat antara 4 dan 60 derajat Celcius.

Simpan makanan pada suhu 4 derajat Celcius dan di bawahnya. Pastikan kulkas berada pada suhu ini atau lebih rendah.

Buang sisa makanan yang disimpan pada suhu kamar selama lebih dari 2 jam.

5. Pemanasan ulang

Saat memanaskan nasi, pastikan nasi panas sepanjang.

Untuk nasi sisa microwave:

- Buka wadah penyimpanan dan lepaskan tutupnya. Untuk setiap cangkir nasi, tambahkan 1-2 sendok makan air. Tempatkan tutupnya dengan ringan kembali di atas untuk memungkinkan nasi kembali dikukus.

- Masukkan ke dalam microwave dan panaskan selama 3-4 menit, atau sampai panas sekali.

- Pastikan suhu internal beras pada 73 derajat Celcius atau lebih tinggi. Jika tidak yakin, gunakan termometer makanan.

- Sajikan segera.

Untuk mengaduk nasi sisa:

- Tempatkan nasi di wajan atau tumis dengan minyak pilihan Anda.

- Hidupkan kompor dengan api sedang, aduk terus nasi. Pastikan untuk memecah gumpalan beras.

- Aduk terus menerus untuk menutupi nasi secara merata dalam minyak.

- Gunakan termometer untuk memastikan suhu internal setidaknya 73 derajat Celcius.

- Sajikan segera saat panas.

Untuk mengukus sisa nasi:

- Tempatkan nasi dalam panci dengan 1-2 sendok makan mentega atau minyak.

- Tambahkan 1-2 sendok makan air untuk setiap cangkir beras dan didihkan. Simpan tutupnya di panci.

- Aduk sesekali. Setelah air mendidih, periksa apakah suhu internal di atas 73 derajat Celcius.

- Sajikan segera jika panas.

Aman untuk makan nasi dingin asalkan sudah dingin dan disimpan dengan benar. Jangan tinggalkan nasi panas di atas meja.

Mengikuti langkah-langkah ini akan mengurangi risiko keracunan makanan.

Jangan memanaskan ulang nasi lebih dari sekali karena ini semakin meningkatkan risiko keracunan makanan. (ktw)

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang panduan gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang lebih baik? Langsung saja berlangganan Majalah Intisari. Tinggal klik di https://www.gridstore.id/brand/detail/27/intisari