Amien Rais Wanti-wanti Bahaya Istilah New Normal, Gerindra: Masukan Bagus

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/03/07/6493f218-fc08-4ee9-95af-9d6cc06e62cb_169.jpeg?w=700&q=90
Foto: Habiburokhman (Dok. Istimewa)

Jakarta -

Menurut mantan Ketua MPR Amien Rais, pengangguran yang meluas tak bisa dianggap sebagai 'new normal' atau normal baru di tengah pandemi COVID-19. Partai Gerindra sepakat dengan pandangan Amien Rais.

"Masukan Pak Amien bagus dan banyak poin yang bisa jadi perhatian bagi eksekutif. Soal PNS masuk, soal pengendalian utang kita sepakat," kata juru bicara Partai Gerindra Habiburokhman saat dimintai tanggapan, Senin (25/5/2020).

"Tiap negara punya detail masalah sendiri-sendiri, sehingga kita jangan terjebak pada istilah new normal," katanya.

Yang terpenting dalam era new normal ini, kata Habiburokhman, adalah substansinya yakni tetap menjaga protokol kesehatan anti-COVID-19 selama beraktivitas. Dia lalu memaparkan kerja Satgas Lawan COVID-19 DPR selama ini terkait new normal.

"Kami di Satgas Lawan COVID-19 DPR juga terus meminta masukan dari masyarakat dan mengecek kondisi secara langsung. Kami ingin setiap sektor punya protap new normal masing-masing," jelas Habiburokhman.

Habiburokhman memberikan contoh new normal di tempat peribadatan. Dia menyebut jaga jarak tetap harus ditegakkan.

"Rumah ibadah misalnya, bisa mulai dibuka tapi dengan protokol yang ketat. Jaga jarak, disinfektasi rutin dan dijaga agar yang hadir hanya orang sehat," tutur Habiburokhman.

Dalam akun Instagram @amienraisofficial seperti dilihat pada Senin (25/5/2020), Amien Rais berbicara soal sejumlah saintis atau ilmuwan yang menurutnya telah memberikan pendapat bahwa new normal itu istilah yang salah arah. Amien mengaku percaya pada pendapat itu.

Amien mengaku paham kalau para petinggi di Indonesia ingin new normal setelah penyebaran virus Corona mulai melandai. Amien masih setuju dengan new normal seperti pegawai negeri yang tetap bekerja dengan masker, tetap menjaga jarak, dan pembagian waktu kerja di rumah dan kantor.

"Tetapi kalau kemudian pengangguran meluas itu new normal, kerusuhan desa dan kota karena perut lapar new normal, nambah utang terus new normal, semakin hancur negara kita ekonominya new normal, itu yang saya kira sudah kebablasan," kata Amien Rais.

(gbr/fjp)