https://statik.tempo.co/data/2020/05/15/id_938333/938333_720.jpg
Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 April 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

Hari Lebaran, Bandara Soekarno-Hatta Berangkatkan 800 Penumpang

by

TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) menyebutkan ada sebanyak 30 penerbangan dengan sekitar 800 penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada hari pertama Idul Fitri atau Lebaran, Ahad, 24 Mei 2020. VP Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan jumlah pergerakan penumpang dan maskapai pada hari pertama lebaran tersebut hanya separuh dari aktivitas jelang lebaran.

"Pada hari pertama kemarin rata-rata 30 penerbangan dengan estimasi 800 penumpang. Dibandingkan dengan rata-rata aktivitas sebelum lebaran yakni hari sebelumnya, estimasinya sekitar 60 penerbangan dan 1.600 penumpang," kata Yado, Senin, 25 Mei 2020.

Yado menjelaskan, berdasarkan data tersebut, aktivitas penurunan sudah di bawah rata-rata penerbangan harian pada masa diberlakukannya pembatasan transportasi di bandara berkode CGK tersebut. Ketika penerbangan dengan kriteria khusus gugus tugas percepatan Covid-19 mulai diberlakukan jumlah penerbangan hanya sebanyak 100-120 per harinya.

"Jadi memang sudah lumayan turun pergerakannya apalagi jika dibandingkan dengan trafik normalnya Bandara Soekarno-Hatta juga sangat jauh sekali," ucap Yado.

Ketika beroperasional secara normal bandara CGK melayani hingga 1.200 penerbangan dan sekitar 200.000 penumpang per harinya. Dengan begitu, jika dikalkulasikan pergerakan penerbangan rata-rata pada pembatasan transportasi ini hanya sekitar 8 persen -10 persen dari aktivitas normal. Sementara untuk penumpang hanya sekitar 2,5 persen dari pergerakan normal.

Sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandara Soekarno - Hatta menyatakan bakal mengerahkan 239 personel dalam rangka memperketat pengawasan penyebaran wabah. Para personel ini ditempatkan di titik keberangkatan dan kedatangan bandara internasional itu.

"Dengan penambahan personel, prosedur dijalankan semakin ketat. Kami pastikan seluruh personel berupaya menjalankan tugas sebaik-baiknya," kata Ketua Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, Kamis, 21 Mei 2020.

Ia menyampaikan personel yang bertugas juga telah mengidentifikasi adanya calon penumpang yang membawa dokumen tidak valid hingga surat keterangan rapid test/PCR yang kedaluwarsa. Meski Kemenhub melonggarkan angkutan umum, namun mudik Lebaran tetap dilarang sehingga penumpang yang diizinkan terbang hanyalah untuk urusan dinas atau kepentingan yang mendesak.

"Sampai saat ini terdapat lebih dari 100 calon penumpang yang ditolak berangkat karena tidak memenuhi dokumen yang dipersyaratkan," ujar Awaluddin, yang juga Dirut PT Angkasa Pura II, pengelola Bandara Soekarno-Hatta.

BISNIS | ANTARA