https://akcdn.detik.net.id/visual/2020/05/22/9c2387dd-eb74-4c21-8c57-0f01a3d75e19_169.jpeg?w=1280&q=90
Tips Menanam Tomat di Rumah, 3 Bulan Sudah Panen Lho/ Foto: Getty Images/iStockphoto/druvo

Tips Menanam Tomat di Rumah, 3 Bulan Sudah Panen Lho

by

link telah dicopy
Jakarta -

Urban farming atau berkebun di tengah kota kini sedang tren usai dilakukannya pemberlakuan aturan social distancing, Bunda. Untuk itu enggak ada salahnya kita coba berkebun dari rumah. Salah satu tanaman yang terbilang cukup mudah adalah tomat.

Mengutip dari laman resmi Cybex Kementan RI, cara menanam tomat di pot atau polybag menggunakan biji terbilang cukup mudah, Bunda. Ya, hanya dibutuhkan waktu 3 bulan saja Bunda juga sudah dapat memanen tomat yang ditanam.

Seperti yang kita ketahui,tomat merupakan salah satu jenis tanaman sayuran ini terkenal dengan kandungan nutrisinya yang melimpah. Selain itu, tomat dapat diolah menjadi berbagai macam masakan, mulai dari jus, saus, pelengkap garang asem, dan masih banyak lagi.

Selain dibuat sebagai masakan, ternyata tomat juga memiliki khasiat yang bagus untuk merawat kulit wajah, lho. Jenis tomat sendiri pun sangat beragam, mulai dari tomat sayur, tomat buah, tomat ceri, dan banyak lagi.

Nah, jika Bunda tertarik untuk membudidayakan tomat di rumah, berikut tips menanam tomat di rumah:

1. Menyiapkan pot atau polibag

Menurut PPL WKPP Talang Lindung Aidil Adha,A.Md, karena Bunda ingin menanam tomat pada pot atau polibag, maka ketersediaan pot atau polibag menjadi suatu keharusan. Untuk ukuran pot atau polibag dapat disesuaikan dengan kebutuhan ya.

2. Menyiapkan media tanam

Untuk dapat menanam tomat di pot atau polibag, maka Bunda perlu menyiapkan media tanam yang tepat. Media tanam dapat dibuat dari kombinasi tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1.

"Media tanam tomat dapat dibuat beberapa hari sebelum ditanami agar mineral dalam kompos dapat menyatu dengan tanah. Upayakan media tanam memiliki pH 5.5 - 7, serta memiliki tingkat kesuburan yang tinggi agar pertumbuhan tomat tidak terhambat," tulis Aidil.

3. Memilih benih tomat

Untuk mendapatkan tanaman tomat yang sehat dan menghasilkan buah yang banyak, maka Bunda harus paham nih memilih benih unggulan. Caranya Bunda perlu menentukan terlebih dahulu jenis tomat apa yang hendak ditanam.

Setelah itu Bunda dapat membeli benih tomat yang masih berupa biji tomat yang kemudian dapat Bunda semaikan sendiri di rumah. Beli benih tomat saat ini bisa dilakukan di e-commerce.

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2020/05/22/ebbadfa4-9b76-4c44-a5d8-5b1f9b23a36f_169.jpeg?w=1280
Tanaman tomat/ Foto: Getty Images/iStockphoto/druvo

4. Menyemai benih tomat

Setelah Bunda mendapatkan benih tomat, semaikan benih tersebut pada media semai yang dapat terdiri dari bedengan-bedengan. Usahakan menempatkan media semai pada tempat yang tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung.

Siram media semai secara teratur agar tetap dalam kondisi lembap. Dengan demikian, benih akan cepat tumbuh. Setelah bibit berusia 14 hari, maka Bunda dapat memberikan pupuk untuk merangsang pertumbuhan bibit.

"Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk kompos, atau pupuk buatan pabrik. Bibit tomat ini baru siap ditanam ketika usianya sudah mencapai 1 bulan," papar Aidil.

5. Proses penanaman dan perawatan tanaman tomat

Setelah tahap persiapan selesai, Bunda dapat langsungĀ menanam tomat pada media tanam yang telah dimasukkan pada pot atau polibag. Cara pencabutan bibit dari media semai perlu dilakukan secara perlahan agar akar bibit tomat tidak putus, jika perlu sirami dulu tanah pada media semai agar bibit mudah dicabut.

Jika Bunda menggunakan media semai berupa polibag kecil, maka dapat menyobek polibag tersebut untuk dapat ditanam pada pot atau polybag yang ukurannya lebih besar. Selanjutnya tanah yang digunakan sebagai media semai dapat ikut ditanam pada pot atau polybag yang baru.

Setelah bibit tomat dipindahkan, Bunda perlu memberikan perawatan teratur untuk menjaga tumbuh kembang tomat tersebut. Untuk beberapa hari pertama, Bunda perlu melakukan penyiraman rutin guna menghindari kekurangan air pada pohon tomat.

Sementara setelah itu tomat relatif tidak membutuhkan banyak air sehingga Bunda cukup melakukan penyiraman 2 hari sekali saja. Bunda juga perlu memberikan tongkat atau kayu penyangga untuk tomat agar dapat tumbuh secara tegak.

"Upayakan untuk rutin memangkas tunas baru yang tumbuh agar proses pembuahan tomat semakin cepat," tambah Aidil.

Jangan lupa, Bunda perlu memberikan tambahan nutrisi untuk tanaman tomat dengan pupuk kompos yang dapat diberikan pada masa satu minggu setelah pemindahan bibit. Setiap pot atau polibag, Bunda cukup memberi sekitar satu genggam saja.

Jika tanaman tomat terserang penyakit, segeralah untuk mencabutnya dan membuangnya agar tidak sampai menulari pohon tomat lainnya. Jika memang sangat urgen, Bunda dapat memberikan pestisida alami untuk mengatasi penyakit yang menyerang tomat.

6. Masa panen

Masa panen tomat terbilang cukup cepat, sebab dalam jangka waktu tidak sampai 100 hari sudah dapat memanen tomat-tomat yang ditanam. Ciri yang menandakan tomat siap dipanen adalah perubahan warnanya yang awalnya hijau menjadi agak kekuning-kuningan.

"Hanya saja pemanenanĀ tomat tidak dapat dilakukan secara sekaligus karena kemunculan buah tomat pun tidak dalam waktu yang bersamaan," kata Aidil.

Simak juga tips menyemai tomat langsung di kebun melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
link telah dicopy