https://awsimages.detik.net.id/visual/2019/10/28/863367d4-91ab-48cc-a08c-eada9346dd87_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: Bendera Jerman di Gedung Reichstag, Berlin, Jerman pada 2 Oktober 2013 (REUTERS/Fabrizio Bensch)

Kontraksi 2,2%, Ekonomi Jerman Ambles Terdalam Sejak 2009

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan data dari kantor statistik Destatis Jerman menunjukkan pada hari Senin (25/5/2020) bahwa ekonomi Jerman kuartal pertama (Q1-2020) mencatat penurunan terbesar sejak krisis keuangan hingga memasuki resesi karena pandemi virus corona serta penerapan karantina wilayah pada pertengahan bulan Maret,

Produk domestik bruto (PDB) yang merupakan ukuran barang dan jasa yang diproduksi berkontraksi 2,2% pada kuartal pertama dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. PDB turun 2,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal pertama berdasarkan kalender dan penyesuaian harga, kata Destatis.

Ini adalah penurunan terbesar kedua sejak penyatuan Jerman, menyusul penurunan 4,7% pada kuartal pertama 2009, kata Destatis.

https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/05/25/5848d639-4216-488d-82fc-42e23152fb3a.jpeg?w=845
Foto: ceic

Langkah-langkah pemerintah untuk menahan penyebaran pandemi virus corona sangat membebani konsumsi dan perdagangan rumah tangga.

Di sisi pengeluaran, konsumsi akhir rumah tangga menurun 3,2% yang disesuaikan dan pembentukan modal tetap pada mesin dan peralatan menurun 6,9%. Pengeluaran pemerintah naik 0,2% dan pembentukan modal tetap dalam konstruksi meningkat 4,1%, mencegah penurunan PDB yang lebih besar.

Perdagangan luar negeri juga menurun karena virus corona. Menurut perhitungan sementara, ekspor turun 3,1%, setelah penyesuaian harga, musiman dan kalender. Sementara ekspor barang menurun 4,0%, ekspor jasa meningkat 0,7%. Impor barang dan jasa turun 1,6%.

Penerapan lockdown di Jerman berlaku pada 22 Maret dan kurang ketat dibandingkan di negara-negara zona euro lainnya. Ekonom mengharapkan untuk melihat kontraksi PDB yang lebih tajam pada kuartal kedua. Dengan ekonomi Jerman mulai dibuka kembali secara bertahap pada 20 April, sebagian besar prduksi kuartal kedua akan hilang dibandingkan pada kuartal pertama.

Sementara PDB yang disesuaikan dengan harga turun 1,9% per tahun, berbeda dengan ekspansi 0,2% yang terlihat pada kuartal keempat tetapi sejalan dengan perkiraan.

Hal ini disebabkan kinerja kuartal pertama adalah hasil dari 'hanya' dua minggu lockdown dan gangguan rantai pasokan karena langkah-langkah lockdown di Asia, itu tidak memerlukan banyak keterampilan analitis untuk memprediksi penurunan yang jauh lebih kuat pada kuartal kedua, ekonom ING Carsten Brzeski mengatakan, melansir dari RTTNews.

Karantina wilayah tiga minggu lagi dan pelonggaran secara bertahap tidak menjadi pertanda baik untuk kuartal kedua, ekonom menambahkan.

Negara-negara Eropa Utara, pada umumnya, menyusut jauh lebih sedikit daripada negara-negara Mediterania. Ekonomi Belanda mengalami kontraksi 1,7% pada kuartal pertama, sementara ekonomi Italia turun 4,7% selama kuartal pertama, Perancis mencatat kontraksi bersejarah 5,8% dan ekonomi Spanyol jatuh ke rekor 5,2%, menurut perkiraan awal.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

(har/har)