Warga Tetap Salat Id Jemaah di Tengah Pandemi, Kemenag: Tak Mudah Diubah

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2020/04/17/3a08d9ff-082e-4259-a14c-02f531d6bb8c_169.jpeg?w=700&q=90
Foto: Kamaruddin Amin (dok. BNPB)

Jakarta -

Kementerian Agama menanggapi terkait masyarakat di sejumlah daerah yang masih melakukan salat Idul Fitri meskipun sudah diimbau oleh MUI hingga pemerintah terkait larangan salat berjamaah di tengah pandemi Corona. Kemenag menilai memang sulit untuk mengubah kebiasaan masyarakat seluruhnya.

"Imbauan pemerintah pasti sampai, imbauan sudah dilakukan masif bukan hanya oleh pemerintah, agamawan, tokoh-tokoh, influencer, dan bahkan artis," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin saat dihubungi, Minggu (24/5/2020).

Kamaruddin membantah jika masyarakat tidak tahu terkait imbauan untuk tidak melaksanakan ibadah salat Id berjamaah di masjid. Menurutnya, masyarakat memang sulit untuk mengubah kebiasaan untuk salat Id berjamaah di masjid setiap tahunnya.

"Memang tidak mudah mengubahnya secara total, kita bersyukur karena hanya sebagian kecil yang masih melaksanakannya secara berkerumun," ucapnya.

Kamaruddin berharap keputusan masyarakat untuk beribadah salat Id berjamaah nantinya tidak menimbulkan masalah COVID-19.

"Kita doakan semoga tidak ada kasus baru dari tempat ibadah tersebut," ujarnya.

Seperti diketahui sejumlah masjid di berbagai daerah di Indonesia terlihat masih didatangi oleh jemaah untuk menunaikan salat Id. Salah satunya yakni Masjid Al Muhajirin Kelurahan Kayuringin Jaya yang didatangi jemaah salat atas izin Pemerintah Kota Bekasi.

Meski demikian, pihak pengurus masjid menerapkan protokol kesehatan terkait pandemi Corona (COVID-19) di masjid tersebut. Jemaah yang datang dilakukan pengecekan suhu tubuh dan cuci tangan. Bagi yang tidak membawa masker juga diberikan oleh pihak masjid.

Kemudian Masjid Jami Nurul Islam di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, tetap melaksanakan salat Id. Warga memadati masjid ini meski Jakarta masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Jemaah sempat memadati area masjid hingga menutupi ruas jalan. Aturan kepada jemaah untuk membawa sajadah sendiri karena masjid tidak menyediakan alas untuk menghindari COVID-19.

Contoh lainnya yakni warga Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) yang beramai-ramai melaksanakan salat Id di sejumlah masjid. Padahal pemerintah telah mengimbau untuk melaksanakan salat Id di rumah dan tidak ke masjid untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19).

Ada masjid yang pintu masuk dan semua jendelanya ditutupi terpal agar seolah tidak menggelar salat Id. Ada pula yang terang-terangan menggelar salat Id.

(maa/rfs)