70% Dikandangkan Imbas Corona, Bagaimana Kondisi Pesawat Garuda?

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2016/02/02/0a40b712-bfd0-445c-bf7f-516ef2991b64_169.jpg?w=700&q=80
Foto: Ari Saputra

Jakarta -

Hampir 70% pesawat maskapai pelat merah Garuda Indonesia terpaksa dikandangkan. Kebijakan ini diambil karena banyak rute yang berkurang penerbangannya gara-gara merebaknya Corona.

"Dalam masa COVID ini kita banyak melakukan grounded pesawat karena rute berkurang, flight berkurang, jadi beberapa pesawat kita grounded," kata Director of Maintenance Garuda Indonesia Rahmat Hanafi melalui Instagram @garuda.indonesia seperti dikutip detikcom, Minggu (24/5/2020).

Meski demikian, pesawat yang dikandangkan ini tidak dibiarkan begitu saja. Pesawat tetap dirawat agar layak terbang.

Jelasnya, untuk layak terbang manajemen Garuda melakukan perawatan yang disebut prolog inspection sesuai dengan manual perawatan masing-masing pesawat.

Sebutnya, hal yang dilakukan dalam prolog inspection antara lain menutup mesin dengan pelindung. Hal itu dilakukan agar tidak ada partikel masuk ke mesin. Kemudian, kabin pesawat pun juga dirawat dan dibersihkan dalam prolog inspection.

"Beberapa hari biasanya 14 hari kita buka lagi agar udara mengalir, kalau misalnya pesawat lama digrounded atau prolog apa yang ada seat cushion ataupun seat cover kita akan copot kemudian seatnya dibersihkan," papar Rahmat.

"Kemudian yang kita copot dimasukkan ke shop akan dibersihkan dan disimpan dalam kondisi yang membuat seat yang serviceable atau kondisi bagus," tambahnya.

Rahmat menambahkan, sebelum pesawat kembali terbang pun mesti dicek 2 hingga 3 hari sebelumnya. Hal itu untuk memastikan pesawat aman.

"Walaupun begitu saat pesawat akan kita operasikan kita akan lakukan preparation untuk ready for flight jadi pesawat kita ambil storage 2 atau 3 hari sebelumnya. Kita cek semua baik mesinnya, kabinnya, sistemnya agar pesawat itu tetap aman dan pada saat dipakai kondisinya reliable sehingga tidak ada masalah saat dioperasikan," ujar Rahmat.

Simak Video "Garuda Indonesia Pangkas Gaji Karyawan, THR Tetap Cair"
[Gambas:Video 20detik]

Dampak Corona ke Garuda seperti apa?

Garuda Indonesia terkena dampak dari merebaknya Corona. Gara-gara virus ini Garuda merumahkan sementara waktu sekitar 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal 14 Mei 2020 lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, hal itu sebagai upaya untuk memastikan keberlangsungan perusahaan.

"Kebijakan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan yang perlu kami tempuh disamping upaya-upaya strategis lain yang telah kami lakukan, untuk memastikan keberlangsungan perusahaan tetap terjaga di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi COVID-19," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2020).

"Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari dilakukannya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Disamping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan perusahaan," papar Irfan.

Kebijakan ini bersifat sementara yang akan terus kami kaji dan evaluasi secara berkala sejalan dengan kondisi perusahaan dan peningkatan operasional penerbangan.

"Selama periode tersebut karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya yang sebelumnya telah dibayarkan," ujarnya.

"Kebijakan ini merupakan keputusan berat yang harus diambil dengan pertimbangan mendalam terkait aktifitas operasional penerbangan yang belum sepenuhnya normal. Namun demikian, kami meyakini Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini ," tutup Irfan.

Simak Video "Garuda Indonesia Pangkas Gaji Karyawan, THR Tetap Cair"
[Gambas:Video 20detik]

(acd/eds)