Tujuh Warga Dipulangkan dari Karantina Natuna, Dinkes Kota Malang Siap Lakukan Pemantauan

by
http://imgcdn.rri.co.id/thumbs/berita_787110_800x600_berita_786192_800x600_antarafoto-pmi-sosialisasi-cegah-wabah-corona-060220-mrh-3.jpg
Tujuh Warga Dipulangkan dari Karantina Natuna, Dinkes Kota Malang Siap Lakukan Pemantauan

KBRN, Malang : Sebanyak 65 warga Jawa Timur dari Wuhan Tiongkok yang telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna Kepulauan Riau direncanakan akan tiba di Jawa Timur. Dari puluhan warga itu, tujuh diantaranya merupakan warga asal Kota Malang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pun siap melakukan pemantauan terhadap tujuh warga tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, ketika ada WNI dari Cina ke Natuna yang akan dikembalikan ke daerah masing-masing, pihaknya siap menjalankan perintah sesuai ketentuan pusat. Karantina itu dilakukan sebagai upaya antisipasi Covid-19. 

"Bagi warga yang telah melalui proses observasi di Natuna, maka dapat dipastikan telah aman karena karantinanya sudah sesuai SOP (standart operasional prosedur) internasional. Dan kalau sudah layak dipulangkan, Insya Allah sudah aman," kata Husnul, Jumat (14/02/2020). 

Pihaknya juga memastikan untuk melakukan pemantauan. Selain itu, warga juga diminta untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selama berada di lingkungan rumahnya.

"Dari pihak Dinkes, karena pemantauan awal sudah dilakukan di Natuna, maka kita mengamati. Kemudian, kami juga menganjurkan supaya berperilaku hidup bersih dan sehat selama berada di rumah masing-masing, rutin cuci tangan setelah beraktifitas," imbau Husnul. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungka[kan, masyarakat Jawa Timur tidak perlu hawatir  berlebihan dalam merespon kepulangan WNI asal Wuhan tersebut. Sebab seluruh WNI tersebut dipastikan dalam kondisi sehat.

"Kementerian Kesehatan sudah melakukan observasi selama 14 hari dan tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona. Mereka mengantongi surat keterangan sehat dari Kemenkes, jadi tidak perlu hawatir," terangnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap waspada terhadap ancaman penularan virus tersebut. Masyarakat juga diharapkan tidak menganggap sepele jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala layaknya mereka yang terinfeksi virus corona.

"Kalau ada anggota keluarga yang panas tinggi, batuk, serta sesak nafas, agar segera melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit terdekat dan melaporkan ke Dinas Kesehatan," tandasnya.  

Untuk diketahui, dari 238 WNI yang dibawa pulang dari Wuhan Tiongkok, sebanyak 65 diantaranya berasal dari Jawa Timur. Rinciannya dari Sidoarjo 3 orang, Surabaya 34 orang, Tuban 1 orang, Banyuwangi 1 orang, Bojonegoro 1 orang, Bondowoso 1 orang, Gresik 1 orang, Jember 1 orang, Kediri 4 orang, Lamongan 2 orang, Lumajang 4 orang, Malang 7 orang, Pamekasan 1 orang, Ponorogo 1 orang, dan Probolinggo 3 orang. (Foto: Antara)