Selesaikan Masalah di Pasar Modal, OJK Akan Bentuk Tim Khusus

by
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2016/03/03/a0d33a41-4082-4886-ad72-52d5465220ef_169.jpg?w=700&q=80
Foto: Ari Saputra

Jakarta -

Untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di industri pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama SRO pasar modal, asosiasi dan pelaku pasar berencana untuk membentuk task force.

Hari ini OJK memang menggelar pertemuan bersama pemangku kepentingan di industri pasar modal, manajer investasi, perusahaan efek, asosiasi pelaku reksa dana dan pelaku investasi Indonesia (APRDI) serta Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) di kantor OJK Wisma Mulia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indoneisa (APEI) Octavianus Budianto menjelaskan langkah ini dilakukan agar seluruh pelaporan dan penyelesaian bisa dilakukan satu pintu.

"Supaya jadi satu pintu, semua bisa sama-sama kasih berita positif, dan kalau ada ini bisa sharing informasi kalau misalnya ada kasus," kata dia usai pertemuan di Gedung OJK Wisma Mulia, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Dia mengungkapkan pertemuan antara regulator dan pelaku pasar modal ini tidak secara spesifik membahas kasus yang sedang terjadi, seperti pembekuan rekening efek hingga kasus Jiwasraya.

"Tadi tidak membahas secara spesifik per kasus, secara umum saja," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi membenarkan adanya usulan terkait task force yang akan dibentuk bersama stakeholder, asosiasi dan pelaku pasar.

"Itu hanya pertemuan dengan pelaku, apa yang dikerjakan selama ini oleh regulator, ke depannya harus gimana dan seperti apa," kata Inarno.

Dia menjelaskan gugus tugas ini, BEI akan mendukung langkah OJK. Hanya, ia belum bisa membeberkan lebih detil, tugas-tugas apa saja yang akan dilakukan gugus tugas ini. "Bisa saja (task force) tidak ada masalah," kata dia.

Simak Video "OJK soal Asabri: Pengawasan Tak Sepenuhnya di Kami, Kewenangan di Irjen"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)