https://statik.tempo.co/data/2014/04/18/id_282102/282102_620.jpg
Dua orang wisatawan bermain gantole di Agro wisata Gunung Mas, Puncak, Cisarua, Jawa Barat, (18/4). Sejumlah turis lokal dan mancanegara memanfaatkan libur Paskah untuk berlibur bersama teman dan kerabatnya di kawasan Puncak. Tempo/Aditia Noviansyah

Jawa Barat Belum Revisi Target Kunjungan Wisatawan Terkait Corona

by

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat belum merevisi target kunjungan wisatawan di Jawa Barat untuk tahun 2020 ini, di tengah ancaman turunnya sektor pariwisata akibat imbas virus corona.

“Kita target, untuk wisnus (wisatawan nusantara) 48 juta jiwa, untuk wisman (wisatawan mancanegara) 1,8 juta,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik di Bandung, Jumat, 14 Februari 2020.

Dedi mengatakan, target tersebut sudah dipatok dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Jawa Barat.

Dedi mengatakan sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan imbas virus corona, yang dikhawatirkan menurunkan jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya, fokus pada wisatawan nusanatara.

“Kita coba mencari solusi lain yaitu, kontribusi (wisatawan) lokal cukup tinggi. Berdasarkan angka kunjungan yang datang, lokal, tinggi,” kata Dedi.

Hanya saja, wisatawan lokal punya kebiasaan umumnya one-day-trip. “Untuk okupansi agak susah, karena yang lokal ini biasanya one-day-trip, enggak pernah nginap,” kata Dedi.

Untuk menyiasati itu, ujar Dedi, akan disiapkan festival dan even wisata agar memancing wisatawan lokal menambah lama tinggal saat berkunjung ke Jawa Barat. “Kita coba dengan sebuah festival dan lain sebagainya, ini diharapkan bisa menambah lama tinggal di Jawa Barat,” kata dia.

Dedi mengatakan, untuk mengantisipasi virus corona, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mengirim surat edaran bagi pengelola hotel dan restoran. Di antaranya, mulai dari sosialisasi, hingga meminta agar setiap hotel menyediakan ruang isolasi sementara bagi wisatawan yang dikhawatirkan terjangkit virus corona. “Untuk preventif, dan early warning. Sudah ada surat edarannya,” kata dia.

AHMAD FIKRI