https://awsimages.detik.net.id/visual/2020/01/27/cd9ffac7-936c-4b2b-81ae-38a92977c2bd_169.jpeg?w=715&q=90
Foto: Virus Corona Wuhan. (Chinatopix via AP)

Update, Terdampak Corona Naik 4000 Kasus di Valentine Ini

by

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus corona atau COVID-19 kian meninggi dari waktu ke waktu. Berdasarkan data Kantor Staf Presiden (KSP) pada Jumat (14/2/2020) pukul 18:00 WIB, kasus virus corona yang terkonfirmasi ada sebanyak 64.447, dengan kematian sebanyak 1.492, dan sebanyak 7.081 kasus yang berhasil disembuhkan.

Kasus terbanyak masih terjadi di Mainland China, dengan penyakit yang terkonfirmasi sebanyak 63.862, naik 4.040 dari 59.822 kasus. Sedangkan kematian naik 122 jadi 1.489 dari 1.367 kasus, dan ada 6.997 kasus berhasil sembuh.

Kebanyakan kematian hadir di Provinsi Hubei (1.318 kematian), Henan (11 kematian), dan Heilongjiang (11 kematian).


Sedangkan di luar Mainland China, epidemi virus corona juga menjalar ke pelbagai negara. Kasus kedua terbanyak berada di Singapura dengan 58 kasus. Posisi ketiga ditempati oleh Hongkong dengan 56 kasus, menyusul Thailand dengan 33 kasus, 29 kasus di Jepang, Korea Selatan dengan 28 kasus, dan 19 kasus di Malaysia.

Ada juga Taiwan yang memiliki 18 kasus, 16 kasus di Jerman dan Vietnam, 15 kasus di Australia, Amerika Serikat dengan 15 kasus, Perancis 11 kasus, 10 kasus di Macau, 9 kasus di Inggris, Uni Emirat Arab dengan 8 kasus, Kanada 7 kasus.

[Gambas:Video CNBC]

Sedangkan Italia, Filipina, dan India hanya ada 3 kasus sejauh ini. Dengan 2 kasus di Rusia dan Spanyol, serta masing-masing 1 kasus di Nepal, Cambodia, Belgium, Finlandia, Swedia, dan Sri Lanka.

Penyakit COVID-19 dengan virus bernama SARS-CoV-2 sendiri sudah menghantui dunia sejak Desember 2019. Penyebaran pertama kali berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China dan menjalar ke seluruh dunia.

Namun menurut riset S&P Global, wabah virus corona ini diperkirakan akan berakhir pada April 2020. Beberapa analis lain memperkirakan skenario terburuknya virus ini akan berakhir pada bulan Mei 2020.

Penyakit COVID-19 sendiri adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Saat ini memang belum ada vaksin untuk mencegah infeksi 2019-nCoV atau virus corona. Namun World Health Organisation (WHO) merekomendasikan agar sebaiknya melakukan tindakan pencegahan sederhana untuk mengurangi penularan virus. Sementara itu, Badan PBB juga menyarankan agar semua orang untuk melakukan hal berikut:

-Sering-seringlah mencuci tangan mereka dengan gosok berbasis alkohol atau air hangat dan sabun.

-Tutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat bersin atau batuk.

-Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam atau batuk.

-Cari pertolongan medis awal jika demam, batuk dan kesulitan bernapas, dan bagikan riwayat perjalanan dengan penyedia layanan kesehatan.

-Hindari kontak langsung dan tanpa perlindungan dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan ketika mengunjungi pasar langsung di daerah yang terkena dampak.

-Hindari makan produk hewani mentah atau kurang matang dan berhati-hati saat memegang daging mentah, susu, atau organ hewani untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah.

(gus/gus)