https://akcdn.detik.net.id/visual/2020/01/04/76c4804c-2348-49cd-b334-e5fe32ec6b9c_169.jpeg?w=1280&q=90
Bukan Pembunuhan Berencana, Apa Penyebab Lebam pada Tubuh Lina Eks Istri Sule/Foto: Instagram/@putridelinaa

Bukan Pembunuhan Berencana, Apa Penyebab Lebam pada Tubuh Lina Eks Istri Sule

by

link telah dicopy
Jakarta - Hasil otopsi mantan istri Sule, Lina Jubaedah, akhirnya keluar pada Jumat (31/1/2020) sore. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada tindak kekerasan pada jenazah mantan istri Sule itu. Jenazah Lina memiliki lebam yang umum dialami oleh tubuh manusia pascakematian.

Hal tersebut dijelaskan oleh dokter forensik yang bertugas melakukan otopsi. Menurutnya, lebam yang dialami oleh istri Teddy tersebut adalah hal yang normal terjadi pascakematian.

"Lebam hal normal terjadi pasca kematian 20 -30 menit. Suatu daerah, darahnya keluar sehingga memberi pewarnaan pada kulit, red purple atau merah keunguan," ujar dr.Fahmi, dilansir InsertLive.


Kata Fahmi, lebam pada kulit menjadi gelap kalau ada mekanisme hipoksia, kadar oksigen di tubuh sedikit. Ia pun menjelaskan bedanya dengan memar. Kalau memar itu pecahnya pembuluh darah di bawah kulit dan disebabkan oleh kekerasan.

"Penampilannya beda, (kalau) lebam ada darah yang keluar, berlebih di dalam saluran pembuluh darah," paparnya.

Ada pun lebam yang terbentuk luas karena mekanisme kematian yang terjadi, Bunda. Lokasinya bermacam-macam, akan ada di wajah, dada, bibir, bahkan di kuku.

"Yang ditemukan pada jenazah bukan memar, karena pemeriksaan lewat sistem histopatologi," katanya.

"Lebam ini normal dialami orang meninggal, bisa meluas karena mekanisme kematian," sambung Fahmi.

Simak juga video tentang jahe untuk hilangkan memar pada anak:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
link telah dicopy