Menjaga Kemuliaan Demokrasi di Pilkada 2020

by

Menjaga Kemuliaan Demokrasi di Pilkada 2020

Tim detikcom - detikNews Jumat, 31 Jan 2020 08:33 WIB 0 komentar SHARE URL telah disalin

https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/04/27/4bf655bd-099b-4913-8ee1-8bd4bb4324c8_169.jpeg?w=700&q=90

Jakarta -

Setelah berlangsung secara nasional selama setahun pada 2019 dengan segala dinamika dan romantikanya, berikut ketegangan dan "kemeriahan" yang kadang membuat gundah, keriuhan dunia politik kini bergeser ke daerah.

Kalau tahun laku momentum keriuhan itu bermuara di pemilihan umum (pemilu) legislatif dan pemilihan presiden (pilpres), tahun ini muaranya adalah pemilihan kepala daerah (pilkada). Subtansinya sama, yakni demokrasi untuk memilih wakil di parlemen dan pemimpin nasional.

Sedangkan pilkada ditujukan untuk memilih pemimpin di daerah, baik wali kita dan bupati beserta wskilnya. Untuk pilkada tentu tidak "semeriah" pemilu dan pilpres karena tidak diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Disinggung Ketua PDIP soal Pilkada, Ketua Gerindra Kaltim: Tidak Etis!

Berdasarkan catatan Antara, Jumat (31/1/2020), pilkada tahun ini berlangsung di 270 kepala daerah, terdiri atas 9 provinsi, 37 kota dan 224 kabupaten. Jumlah itu hampir separo kabupaten/kota di Indonesia.

Jumlah itu juga jauh lebih banyak dibandingkan dengan pilkada serentak 27 Juni 2018 di 171 daerah, terdiri atas 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

Selanjutnya Halaman 1 2 3 4 5 6 pilkada serentak pilkada serentak 2020

0 komentar SHARE URL telah disalin