https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/700x465/photo/2019/12/06/3927872685.jpg
Cara Milenial Agar Stabil Secara Finansial

Agar Stabil Secara Finansial, Berapa Jumlah Tabungan Ideal Milenial?

by

Grid.ID - Siang itu, Vani (27) dibuat pusing karena deadline pekerjaannya.

Wajah yang biasanya ceria kini tampak kusut dan tidak bersemangat.

Akan tetapi, wajah kusut itu tiba-tiba berubah berseri saat melihat notifikasi internet banking di smartphone-nya.

Rupanya perempuan yang bekerja sebagai features writer di sebuah majalah di Jakarta itu baru saja menerima gaji bulanannya.

Vani bercerita, biasanya hampir setengah dari gaji yang berkisar Rp 6 juta setiap bulan dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pertama, dipakai buat kebutuhan primer, seperti bayar kos, cicilan kartu kredit, listrik, makan, minum kopi, biaya pulsa, biaya transportasi, juga belanja kebutuhan bulanan,” ucapnya, Minggu (6/10/2019).

Soal belanja makeup, baju, skincare, hangout bareng teman, hingga menonton film dan konser idola, Vani biasanya menganggarkan 20 persen gajinya.

Firdha (25), juga punya cerita serupa. Dia mengatakan, hampir 50 persen dari pendapatannya sebulan dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Biasanya uang habis untuk makan, transport, beli makeup, jalan-jalan, dan beli koleksi yang lagi pengin dibeli,” papar perempuan asal Bandung ini.

Tak berbeda jauh, Mico (28) mengungkapkan, dari gajinya yang berkisar Rp 4,5–5 juta per bulan sebagai content marketing, 30-40 persennya digunakan untuk kebutuhan rutin.

“Buat kulineran, nonton film di bioskop, biaya internetan, transportasi, dan keperluan untuk olahraga,” ujarnya, Senin (8/10/2019).

Rupanya banyak generasi milenial lain yang punya nasib sama dengan ketiga orang tersebut.

Studi berjudul Indonesia Millennial Report 2019 mengungkapkan, 51,1 persen pendapatan generasi milenial dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan, termasuk hiburan, cicilan hutang, investasi, hingga biaya berlangganan internet.

Untuk urusan menabung, masih menurut penelitian tersebut, rata-rata generasi yang lahir antara tahun 1980-1997 ini menyisihkan 10,7 persen dari total pendapatan ke tabungan.

Contohnya, Vani yang menyisihkan 15-20 persen pendapatannya untuk ditabung.

“Kalau dapat uang freelance, 100 persen saya tabung,” papar perempuan berambut pendek sebahu ini.

Sementara itu, Firdha mengaku, setelah semua kebutuhannya terpenuhi barulah sisa uang disisihkan ke dalam tabungan.

Halaman Selanjutnya
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Tips Menabung Untuk Milenial

Penulis:None
Editor:Dianita Anggraeni